MUI: Hoaks Daftar Produk Diboikot Beredar di Internet

  • 15 Nov 2023 09:08 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Majelis Ulama Indonesia (MUI) menegaskan tidak pernah merilis daftar produk Israel dan afiliasinya yang harus diboikot. Hal ini diklarifikasi usai ramainya produk Israel yang beredar di internet.

Selain itu, MUI juga tidak pernah mengharamkan produk-produk Israel dan afiliasinya. Penjelasan ini disampaikan Sekretaris Komisi Fatwa MUI, Miftahul Huda.

“Jadi, MUI tidak berkompeten untuk merilis produk Israel, atau yang terafiliasi ke Israel. Kita (MUI) bukan haramkan produknya, tapi aktivitas dukungannya,” ujarnya.

Dia menegaskan MUI juga tidak berhak untuk mencabut produk-produk yang sudah bersertifikasi halal. “Jadi, misalnya produk itu sudah bersertifikat halal, maka kita tidak berhak untuk mencabutnya," ujarnya.

"Karena, sistem sertifikasi halal itu sudah melibatkan banyak pihak. Jadi, kita tidak pernah merilis daftar produk itu."

Dia juga mengatakan MUI sama sekali belum mengetahui apakah produk-produk yang beredar di internet itu benar produk Israel dan afiliasinya. “Yang jelas, MUI sama sekali tidak pernah merilis daftar produk itu,” ucapnya.

Menurutnya, yang membuat daftar produk itu adalah pihak lain dan sama sekali bukan dari MUI. “Itu dari pihak lain ya, bukan MUI," ucapnya lagi.

Baru-baru ini beredar informasi mengenai daftar produk pro Israel di media sosial. MUI sendiri belum memberikan nama-nama produk yang harus diboikot.

Meskipun belum ada konfirmasi, warganet menyimpulkan sendiri produk apa yang harus diboikot. Produk-produk tersebut di antaranya:

Fast Food McDonalds, KFC, Pizza Hut, Burger King, Starbucks, dan Subway. Kemudian Sabun, Sampo, Deterjen, Rinso, Molto, Pasta Gigi, Pepsodent, Close Up.

Adapula Sensodyne, Oral-B, Pantene, Sunsilk, Lifebuoy, Lux, dan Vanish. Selain itu, Johnsons, Cif, Fairy, Colgate, Listerine, Head & Shoulder.

Produk Coklat dan Snack KitKat, Magnum, Oreo, Danone, Lays, Kraft, dan Pringles. Produk Biskuat, Twix, Mars, Doritos, Cheetos, Milo, Pringles, Lays, M&Ms, dan Cornflakes.

Berikutnya Teh Kemasan Sariwangi, Lipton, Nestea, Penyedap Rasa Royco, Knorr, dan Maggi. Untuk produk minuman yakni, Aqua, Vit, Coca Cola, Pepsi, Fanta, Sprite, Nestle, Nescafe, Starbucks, dan 2 Tang.

Lalu, Susu, Keju, dan Sereal Dancow, Koko Krunch, Nestle, Nesquik, Kraft, dan Kellogg's.

Produk Kecantikan Garnier, L'oreal, Nivea, Ponds, Vaseline, The body shop, Victoria's Secret, dan Clean & Clear. Adapula Maybelline, Estee Lauder dan Revlon. Yang lain adalah Pakaian, dan Sepatu Puma, Nike, Adidas.

Brand Calvin Klein, Levis, Chanel, Gucci, H&M, GAP, Marks & Spencer, Monster, Boss, Hugo, dan Timberland. Produk Giorgiormani, AIA, II, Converse All Star, DKNY, Lancome, Tommy Hilfiger, Champion, dan Reebok.

Deodorant Rexona dan Dove, sementara di dunia hiburan Disney Pictures, National Geographic, 20 Fox, dan, CNN 12. Mal atau Supermarket Carrefour dan 7 eleven 13.

Kesehatan Vicks dan Scott, Popok atau Pembalut Pampers, Kotex, Saus dan Kecap Heinz. Ada juga Bango, ABC 16, brand lainnya adalah Danone, Unilever, Nokia, Motorola, Ford dan Chevrolet.

Beberapa hari lalu juga terdapat trending topik dengan hastag #tolakdanoneaqua. Trending ini ditanggapi beragam oleh netizen, karena hanya Aqua saja yang disorot.

Netizen mengaitkannya dengan persaingan usaha antar produsen AMDK. Tentunya untuk memanfaatkan isu boikot ini.

Direktur Eksekutif Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI), Muti Arintawati mengatakan produk-produk makanan dan minuman yang sudah bersertifikat halal tetap halal. Menurutnya, secara zat atau produkperubahan halal menjadi haram terjadi jika ada penggunaan bahan haram.

Selain itu juga terdapat kontaminasi dari fasilitas atau lingkungan. Dia membantah adanya fatwa MUI yang mengharamkan produk-produk Israel dan afiliasinya.

“Sepemahaman saya, fatwa MUI tidak mengharamkan produknya. Tetapi mengharamkan perbuatan yang mendukung Israel,” ujarnya.

Sebelumnya, sebagai organisasi Islam terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama (NU) juga menyerukan kepada masyarakat Indonesia agar lebih baik mendonasikan bantuan kemanusiaan. Diharapkan juga melakukan diplomasi internasional di PBB ketimbang melakukan aksi boikot yang akan merugikan masyarakat Indonesia sendiri.

NU akan berupaya mendukung pemerintah untuk menggalang dukungan internasional di PBB. Hal ini bertujuan agar serangan Israel ke masyarakat Palestina bisa segera dihentikan.

“Memberikan donasi bantuan kemanusiaan ke Palestina itu yang paling penting untuk kita lakukan. Termasuk juga diplomasi internasional di PBB,” kata Ketua PBNU KH Ahmad Fahrur Rozi baru-baru ini.

Menurutnya, semua masyarakat Indonesia bisa mendukung penghentian serangan Israel ke Palestina. Misalnya dengan melakukan sesuai kemampuan, minimal dengan doa.

“Ketimbang melakukan hal-hal yang justru merugikan masyarakat sendiri. Misalnya seperti aksi boikot,” tukasnya.

Dia berharap agar tidak ada pihak manapun yang justru memanfaatkan konflik Israel-Palestina ini untuk mengadu domba masyarakat. “Ya, jangan sampai ada kerusuhan di negara kita tercinta," katanya.

Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah juga mengimbau kepada semua pihak di tanah air untuk menyikapi perang Israel-Palestina dengan rasional. Diimbau agar masyarakat tidak terprovokasi oleh berbagai informasi provokatif, hoaks, dan menyesatkan.

“PP Muhammadiyah mendesak kepada Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk segera mengambil langkah-langkah politik dan diplomatik. Khususnya Israel-Palestina untuk menghentikan perang, melakukan gencatan senjata, dan melakukan perundingan damai,” ujar pernyataan PP Muhammadiyah dalam rilisnya.

Terkait adanya ajakan untuk memboikot produk, PP Muhammadiyah mengatakan memahami dan menghormati seruan tersebut. “Tapi, bagi konsumen muslim, mereka merasa tidak ada masalah sepanjang produk yang dikonsumsi halal,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....