Pakar Agribisnis Apresiasi Komitmen Amran Tingkatkan Produksi Pangan

  • 26 Okt 2023 00:41 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Pakar Kebijakan Agribisnis dari IPB University, Feryanto menyoroti ditunjuknya Andi Amran Sulaiman sebagai Menteri Pertanian (Mentan). Menurutnya, sejumlah pekerjaan rumah harus dilakukan Amran di sisa masa jabatan kabinet Kabinet Indonesia Maju ini.

Beliau harus menyelesaikan banyak PR di Kementan. Salah satunya memperbaiki Kementan di kasus korupsi SYL kemarin," kata Feryanto dalam perbincangan dengan Pro 3 RRI, Rabu (25/10/2023).

Namun, dirinya tidak yakin dalam satu tahun Amran menjadi menteri pertanian tugasnya berjalan maksimal. "Itu agak berat, apalagi untuk menuju swasembada pangan yang dicitakan seperti yang dilakukan Amran di periode pertamanya," ujarnya.

Meski demikian, ia juga mengapresiasi komitmen Amran untuk meningkatkan produksi pangan, terutama beras. Namun, kata dia, upaya peningkatan produksi pangan ini tidak seperti pada awal Amran memimpin Kementerian Pertanian.

"Kita baru melewati pandemi. Pandemi ini dampak ikutannya luar biasa dan belum sepenuhnya pulih," ucap Feryanto.

Amran, kata dia, harus mampu mendorong distribusi logistik pangan. Selain itu, dia juga harus menghadapi masalah geopolitik perang Rusia-Ukraina.

"Masalah ini menyebabkan terhambatnya produksi pupuk kita. Sehingga pupuk menjadi lebih mahal," kata Feryanto.

Tidak hanya itu, ia juga menyebut masalah perubahan iklim akibat El Nino juga menjadi permasalahan tersendiri dalam meningkatkan produksi pangan. "Komplikasi yang lain kita menyebabkan menjadi mengalami penurunan produksi pangan yang cukup luar biasa. Seperti kekeringan lahan," ujarnya.

Seusai dilantik sebagai Menteri Pertanian, Amran Sulaiman berjanji melakukan konsolidasi dengan tim Kementerian Pertanian. Ia juga mengatakan bahwa salah satu masalah yang dihadapi petani saat ini adalah kekosongan pupuk yang bisa mengakibatkan hasil produksi pertanian menurun. "Ini kita selesaikan dulu dengan teknis lainnya," kata Amran.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....