Nasi Hangat atau Dingin, Baik untuk Diet?
- 08 Feb 2026 05:36 WIB
- Bintuhan
RRI.CO.ID, Bintuhan - Diet bukan berarti harus berhenti makan nasi. Kabar baiknya, menurut Harvard T.H. Chan School of Public Health, baik nasi hangat maupun nasi dingin tetap bisa masuk menu diet asal tahu cara dan waktunya. Lalu, mana yang sebenarnya lebih ramah untuk diet?
Nasi Hangat: Cepat Mengenyangkan, Tetapi nasi hangat mudah dicerna tubuh sehingga energi cepat dilepaskan. Ini cocok dikonsumsi saat sarapan atau sebelum beraktivitas karena tubuh langsung mendapat tenaga.
Namun, untuk diet nasi hangat memiliki satu catatan yaitu indeks glikemiknya cenderung lebih tinggi. Artinya, gula darah bisa naik lebih cepat dan rasa lapar bisa datang lebih awal jika tidak diimbangi protein dan serat.
Tips diet dengan nasi hangat:
1. Batasi porsi
2. Padukan dengan lauk tinggi protein
Tambahkan sayuran berserat
Nasi Dingin: Sahabat Diet yang Lebih Tahan Lapar
Nasi yang sudah didinginkan mengandung lebih banyak pati resisten. Jenis pati ini tidak mudah dicerna, sehingga membantu rasa kenyang bertahan lebih lama dan mengurangi keinginan ngemil.
Karena penyerapannya lebih lambat, nasi dingin juga membantu menjaga gula darah tetap stabil hal penting saat menjalani diet penurunan berat badan.
Tak heran, nasi dingin sering direkomendasikan untuk yang sedang mengontrol berat badan atau menjalani pola makan sehat jangka panjang.
Kalori Tetap, Efeknya Berbeda
Meski kalorinya relatif sama, cara tubuh memproses nasi hangat dan nasi dingin berbeda. Nasi dingin membuat sebagian karbohidrat tidak langsung diserap, sehingga efeknya pada penyimpanan lemak bisa lebih rendah dibanding nasi hangat.
Namun, kebersihan dan penyimpanan harus diperhatikan. Nasi dingin sebaiknya disimpan di lemari es dan dipanaskan ulang dengan benar sebelum dikonsumsi.