Lima SPBU Rote Ndao Alami Krisis BBM

  • 06 Feb 2026 12:31 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Rote - Pemerintah dan masyarakat Kabupaten Rote Ndao menghadapi krisis Bahan Bakar Minyak sejak sepekan terakhir. Lima SPBU pada, Jumat (6/2/2026) dilaporkan kosong total tanpa pasokan Pertalite, Pertamax, dan Bio Solar.

Kelangkaan BBM diduga dipicu keterlambatan distribusi dari Kupang menuju Rote Ndao. Kondisi tersebut melanda SPBU swasta di seluruh wilayah kabupaten.

Salah seorang wartawan lokal, Rudi Mandala menilai krisis BBM berdampak serius terhadap perekonomian masyarakat. “Kelangkaan BBM menciptakan efek domino pada berbagai sektor ekonomi masyarakat,” ujarnya kepada RRI.

Menurut Rudi, krisis BBM meningkatkan biaya logistik dan memicu tekanan inflasi daerah. Daya beli masyarakat pun menurun dan aktivitas ekonomi harian ikut melemah.

Kelangkaan BBM memicu antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU hingga 0,5 kilometer. Antrean melibatkan angkutan kota, kendaraan pribadi, sepeda motor, hingga mobil travel.

Situasi tersebut mendorong lonjakan harga BBM eceran di tingkat pengecer. Pertalite dan Pertamax dijual dengan harga Rp18.000 hingga Rp25.000 per liter.

“Jika distribusi tidak segera dibenahi, ekonomi rakyat bisa anjlok,” ucap Rudi. Ia memperingatkan potensi meningkatnya pengangguran dan kriminalitas akibat krisis berkepanjangan.

Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Rote Ndao, Meksi Mooy, menjelaskan penyebab kelangkaan BBM. Ia mengatakan kapal BBM dari Depot Tenau Kupang tertahan gelombang besar di Pelabuhan Papela.

“Kapal sudah berada di perairan Rote dan hari ini distribusi dipastikan kembali lancar,” ungkap Meksi. Pernyataan itu disampaikan usai berkoordinasi dengan Kepala Dinas Perindag Rote Ndao sebagai mitra Komisi II DPRD Rote Ndao. (Radja) 

Rekomendasi Berita