PLTA KMH Klarifikasi Isu Keringnya Air Danau Kerinci

  • 06 Feb 2026 00:21 WIB
  •  Sungaipenuh

RRI.CO.ID, Sungai Penuh  - Pihak PLTA PT Kerinci Merangin Hidro (KMH) menggelar pertemuan bersama awak media dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dalam kegiatan coffee morning di Aula Hotel Mahkota, Kota Sungai Penuh, Kamis 05 februari 2026.

Kegiatan tersebut dihadiri ratusan awak media dan LSM yang berdiskusi serta mendengarkan penjelasan dari pihak PLTA terkait pemberitaan dan fenomena menurunnya permukaan air Danau Kerinci yang sempat dikaitkan dengan aktivitas pembangkit listrik tenaga air tersebut.

Perwakilan PLTA KMH, Aslori, menjelaskan kebutuhan air untuk operasional pembangkit mencapai sekitar 100 meter kubik per detik. Namun, sumber air yang digunakan tidak hanya berasal dari Danau Kerinci, melainkan juga dari beberapa aliran sungai lain. Untuk mendukung ketersediaan air, dibangun pula waduk PLTA di kawasan Bedeng Lima yang menampung air dari tiga aliran sungai.

Menurutnya, infrastruktur yang dibangun juga berfungsi sebagai regulator atau pengatur air. Salah satu upaya yang dilakukan adalah pendalaman saluran sedalam sekitar 2 meter untuk menambah kapasitas tampungan air, terutama saat terjadi banjir atau musim penghujan. 

"Selain itu, pada pintu air di Danau Kerinci, permukaan konstruksi dibuat sama rata dengan tinggi lantai dermaga di objek wisata Danau Kerinci." Jelas Aslori.

Ia menambahkan, perubahan yang dilakukan juga berkaitan dengan pelebaran area tampungan, yang sebelumnya sekitar 14 meter menjadi 17 meter guna meningkatkan kapasitas tampung air.

Terkait fenomena menurunnya permukaan air Danau Kerinci, pihak PLTA menyatakan tidak membantah namun juga tidak membenarkan sepenuhnya bahwa kondisi tersebut disebabkan oleh aktivitas PLTA semata. Menurut Aslori, kondisi danau dipengaruhi berbagai faktor lain, di antaranya cuaca serta tingginya sedimentasi di Danau Kerinci.

"Sedimentasi tersebut berupa endapan lumpur, pasir, dan bebatuan yang dalam jangka waktu lama dapat mengurangi kapasitas tampungan air dan mempengaruhi kondisi danau." Terang Aslori.

Melalui pertemuan tersebut, pihak PLTA berharap masyarakat memperoleh informasi yang lebih jelas dan berimbang mengenai operasional pembangkit serta kondisi Danau Kerinci, sekaligus membuka ruang komunikasi antara perusahaan, media, dan ma

syarakat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....