Benarkah Gunung Everest Terus "Tumbuh" Setiap Tahun?
- 04 Feb 2026 21:30 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Selama ini Gunung Everest dikenal sebagai puncak tertinggi di dunia dengan ketinggian resmi 8.848,86 meter di atas permukaan laut. Namun, bagi para ilmuwan, angka tersebut bukanlah nilai tetap. Faktanya, “Atap Dunia” ini masih terus mengalami pertumbuhan setiap tahunnya.
Menurut ahli geologi dari University of Colorado, Dr. Roger Bilham, pertumbuhan Everest berkaitan erat dengan pergerakan lempeng bumi. “Gunung Everest terus terdorong ke atas karena lempeng India masih bergerak dan menekan lempeng Eurasia hingga saat ini,” ujarnya dalam publikasi ilmiah.
Proses tersebut telah berlangsung selama puluhan juta tahun. Sekitar 50 juta tahun lalu, lempeng India mulai bertabrakan dengan lempeng Eurasia, membentuk rangkaian Pegunungan Himalaya. Hingga kini, lempeng India masih bergerak ke utara sekitar lima sentimeter per tahun, sehingga mendorong Everest naik sekitar 4 milimeter hingga 1 sentimeter setiap tahun.
Selain tabrakan lempeng, penelitian terbaru juga menemukan adanya pengaruh erosi sungai terhadap pertumbuhan Everest. Peneliti dari Chinese Academy of Sciences, Dr. Jin-Gen Dai, menjelaskan fenomena ini sebagai isostatic rebound. “Ketika material batuan di sekitar kaki gunung terkikis oleh sungai, kerak bumi menjadi lebih ringan dan perlahan terangkat,” katanya.
Penelitian tersebut menunjukkan bahwa sekitar 89.000 tahun lalu, Sungai Kosi bergabung dengan Sungai Arun dan menyebabkan erosi besar-besaran di kawasan Himalaya. Proses ini menghilangkan miliaran ton material batuan, sehingga memicu pengangkatan kerak bumi dan menambah ketinggian Everest sekitar 0,2 hingga 0,5 milimeter per tahun.
Meski terus mengalami pertumbuhan, Everest juga menghadapi tantangan alami berupa erosi dan gravitasi. Profesor geologi Universitas Cambridge, Dr. Hugh Sinclair, menyebutkan bahwa angin, salju, dan es secara perlahan mengikis puncak gunung. “Setiap tahun terjadi pengikisan alami yang mengurangi sebagian kecil material batuan di puncak Everest,” jelasnya.
Selain itu, aktivitas gempa bumi juga dapat memengaruhi struktur gunung. Gempa besar berpotensi menyebabkan pergeseran horizontal maupun perubahan ketinggian, meskipun dalam skala kecil.
Dengan demikian, pertumbuhan Gunung Everest merupakan hasil dari “pertarungan abadi” antara kekuatan dari dalam bumi dan proses pengikisan dari luar. Selama lempeng tektonik masih bergerak, Everest diperkirakan akan terus meninggi, meski secara perlahan.
Sebagai informasi, berikut data utama terkait Gunung Everest:
Ketinggian Resmi: 8.848,86 meter (kesepakatan Nepal dan Tiongkok)
Laju Pertumbuhan: Estimasi 4 milimeter hingga 10 milimeter per tahun
Penyebab Utama: Pergerakan lempeng tektonik dan erosi sungai (isostatic rebound)
Lokasi: Perbatasan Nepal dan Tibet, Tiongkok
Gunung Everest pun tak hanya menjadi simbol kejayaan alam, tetapi juga bukti nyata bahwa bumi terus bergerak dan berubah dari waktu ke waktu.