Perempuan Gen Z Tertarik Sama laki-laki Lebih Tua
- 03 Feb 2026 20:50 WIB
- Wamena
RRI.CO.ID, Wamena - Para pakar sosiologi dan psikologi memang mengamati fenomena ini sebagai pergeseran nilai dalam hubungan di era modern. Jika sebelumnya perbedaan usia yang jauh sering dianggap tabu, bagi Gen Z, hal ini sering kali dilihat sebagai pilihan logis untuk kesejahteraan mental dan hidup.
Pakar psikologi sering menyebutkan bahwa Gen Z adalah generasi yang sangat vokal tentang kesehatan mental. Secara analisa Laki-laki yang lebih tua dianggap telah melewati masa "pencarian identitas" yang meledak-ledak. Mereka cenderung lebih tenang dalam menghadapi konflik dan lebih mahir dalam komunikasi asertif, sesuatu yang sangat dicari oleh perempuan Gen Z untuk menghindari hubungan yang toxic.
Secara sosiologis, terdapat teori yang menjelaskan bahwa individu mencari pasangan yang membawa sumber daya yang tidak mereka miliki. Secara analisa di tengah dunia yang kompetitif, laki-laki dewasa seringkali menawarkan stabilitas finansial dan jaringan sosial yang sudah matang. Bagi perempuan Gen Z yang ambisius, pasangan yang lebih tua bisa menjadi mentor sekaligus pendukung dalam perjalanan karier mereka.
Banyak pakar mencatat bahwa Gen Z mulai merasa lelah dengan budaya kencan instan (seperti di aplikasi kencan) yang sering kali dangkal. Pria yang lebih dewasa biasanya mencari hubungan yang lebih bermakna dan bertujuan jangka panjang (commitment-oriented). Hal ini menjadi "napas segar" bagi perempuan muda yang menginginkan kepastian hubungan daripada sekadar kencan tanpa arah.
Secara biologis, prefrontal cortex (bagian otak yang mengatur logika dan pengambilan keputusan) baru matang sempurna di usia 25 tahun ke atas. Perempuan sering kali mengalami kematangan emosional lebih cepat dibanding laki-laki sebayanya. Hal ini membuat mereka merasa lebih "nyambung" saat berbicara dengan laki-laki yang secara usia berada di atas mereka karena frekuensi berpikir yang dianggap setara.
Beberapa survei kencan terbaru di tahun 2025-2026 menunjukkan peningkatan sekitar 15-20% pada preferensi rentang usia yang lebih jauh (5-10 tahun lebih tua) di kalangan pengguna aplikasi kencan perempuan kelahiran 1997-2005.
Para ahli tetap memberikan catatan agar tetap waspada terhadap Grooming atau Power Imbalance. Hubungan yang sehat harus tetap didasari oleh rasa hormat yang setara, bukan karena salah satu pihak merasa lebih superior karena faktor usia atau kekayaan.