Sejarah Lahirnya BASARNAS, Garda Terdepan Penyelamatan
- 22 Jan 2026 15:46 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar: Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BASARNAS) dikenal sebagai garda terdepan Indonesia dalam misi kemanusiaan saat terjadi kecelakaan, bencana, maupun kondisi darurat. Namun, sebelum menjadi lembaga nasional seperti sekarang, perjalanan lahirnya organisasi SAR di Indonesia bermula dari tuntutan dunia internasional terhadap negara yang merdeka dan berdaulat.
Melansir dari laman basarnas, Pada masa awal kemerdekaan, Indonesia pernah disebut sebagai “Black Area”, istilah bagi negara yang belum memiliki organisasi Search and Rescue (SAR). Artinya, Indonesia dianggap belum siap secara sistem untuk menangani musibah penerbangan dan pelayaran yang terjadi di wilayahnya sendiri.
Pada masa awal kemerdekaan, Indonesia kemudian masuk menjadi anggota International Civil Aviation Organization (ICAO) pada tahun 1950. Sejak saat itu, Indonesia diharapkan mampu bertanggung jawab atas keselamatan penerbangan dan pelayaran di wilayahnya, termasuk melakukan pencarian dan pertolongan bila terjadi kecelakaan.
Sebagai konsekuensi keanggotaan tersebut, pemerintah menerbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 1955 tentang Penetapan Dewan Penerbangan. Melalui aturan ini dibentuklah Panitia SAR, yang bertugas secara teknis membentuk Badan Gabungan SAR, menentukan pusat-pusat regional SAR, serta menyusun anggaran pembiayaan dan kebutuhan material.
Langkah ini menandai keseriusan Indonesia dalam membangun sistem pencarian dan pertolongan yang terstruktur. Tidak hanya untuk penerbangan, tetapi juga untuk sektor pelayaran yang sangat vital bagi negara kepulauan.
Pada tahun 1959, Indonesia kembali memperkuat posisinya di dunia internasional dengan menjadi anggota International Maritime Organization (IMO). Keanggotaan di ICAO dan IMO membuat tugas serta tanggung jawab SAR di Indonesia semakin luas dan strategis.
Kini, BASARNAS menjadi tulang punggung operasi pencarian dan pertolongan di berbagai kondisi, mulai dari kecelakaan transportasi, bencana alam, hingga situasi darurat kemanusiaan lainnya. Sejarah kelahirannya mengingatkan bahwa BASARNAS lahir bukan sekadar sebagai institusi, melainkan sebagai panggilan moral bangsa untuk menyelamatkan sesama. (Dwiki Akbar/RRI)