Kalender Gregorian dan Perubahan Waktu Dunia

  • 12 Jan 2026 14:06 WIB
  •  Manado

KBRN Manado : Kalender Gregorian merupakan sistem penanggalan yang digunakan secara luas oleh sebagian besar negara di dunia saat ini. Kalender ini diperkenalkan oleh Paus Gregorius XIII pada tahun 1582 sebagai penyempurnaan dari kalender Julian yang dianggap tidak akurat dalam menghitung tahun kabisat dan menyebabkan pergeseran tanggal musim.

Salah satu perubahan utama dalam kalender Gregorian adalah penghapusan 10 hari dari bulan Oktober 1582. Setelah tanggal 4 Oktober, langsung dilanjutkan ke tanggal 15 Oktober. Tujuannya adalah untuk menyesuaikan kembali tanggal ekuinoks musim semi agar sesuai dengan perhitungan astronomi. Kalender ini juga menetapkan bahwa tahun kabisat hanya terjadi jika tahun tersebut habis dibagi empat, kecuali jika tahun tersebut habis dibagi seratus namun tidak habis dibagi empat ratus.

Menurut Jurnal Wikipedia Bahasa Indonesia, kalender Gregorian menggantikan kalender Julian karena akumulasi kesalahan dalam perhitungan tahun kabisat menyebabkan pergeseran musim. Kalender Julian menetapkan tahun kabisat setiap empat tahun tanpa pengecualian, sedangkan kalender Gregorian memperbaiki sistem tersebut agar lebih akurat.

Menurut Jurnal Astronomi Islam Al-Marshad Vol. 8 No. 1 Tahun 2023, kalender Gregorian memiliki pengaruh besar terhadap sistem penanggalan Islam dan penentuan waktu ibadah. Penyesuaian antara kalender lunar dan solar menjadi tantangan tersendiri dalam menentukan awal bulan hijriyah. Penelitian ini juga membahas bagaimana kalender Gregorian digunakan sebagai acuan dalam penentuan waktu salat dan puasa di berbagai negara.

Menurut Jurnal Sejarah Universitas Negeri Malang Vol. 4 No. 2 Tahun 2024, transformasi kalender Gregorian ke dalam budaya Jawa dan Asia Tenggara menunjukkan proses adaptasi yang kompleks. Kalender Saka yang digunakan secara tradisional mengalami penyesuaian agar selaras dengan sistem Gregorian, terutama dalam penentuan hari besar dan perayaan adat. Penelitian ini menyoroti bagaimana masyarakat lokal menggabungkan sistem penanggalan modern dengan tradisi leluhur.

Kalender Gregorian bukan hanya sistem penanggalan, tetapi juga simbol perubahan cara manusia memahami waktu. Akurasinya dalam perhitungan astronomi menjadikannya standar global yang digunakan dalam berbagai bidang, mulai dari pendidikan, agama, hingga teknologi. Pemahaman terhadap sejarah dan dampaknya membantu kita menghargai evolusi sistem waktu yang kini menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari.(Apri Sri Devi Simatupang/LPU)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....