“Nasi Sudah Jadi Bubur sebagai Cermin Kehidupan”

  • 05 Jan 2026 16:05 WIB
  •  Manado

KBRN,Manado: Ungkapan “nasi sudah jadi bubur” merupakan peribahasa yang dikenal luas di berbagai budaya, termasuk di Indonesia.Sebagaimana dikutip dari laman www.britannica.com Peribahasa ini digunakan untuk menggambarkan situasi ketika suatu kesalahan atau peristiwa sudah terjadi dan tidak dapat diubah kembali. Secara universal, peribahasa seperti ini mencerminkan cara manusia memahami kegagalan dan menerima kenyataan hidup.

Dilansir dari laman dictionary.cambridge.org Makna utama dari peribahasa ini adalah ajakan untuk menerima kenyataan. Seperti nasi yang telah berubah menjadi bubur dan tidak bisa kembali ke bentuk semula, keputusan atau tindakan yang telah diambil juga tidak dapat diulang. Oleh karena itu, fokus utama bukan menyesali keadaan, melainkan mencari cara terbaik untuk melanjutkan hidup dari kondisi yang ada.

Dalam kajian psikologi, sikap menerima kenyataan dikenal sebagai acceptance, yaitu kemampuan seseorang untuk mengakui situasi yang tidak bisa diubah tanpa terus-menerus menyalahkan diri sendiri. Sikap ini dianggap penting untuk menjaga kesehatan mental dan membantu individu bangkit dari kegagalan atau penyesalan.

Peribahasa “nasi sudah jadi bubur” juga mengandung pesan pembelajaran. Kesalahan masa lalu dapat dijadikan pengalaman berharga agar tidak terulang di masa depan. Banyak pakar pengembangan diri menilai bahwa kegagalan justru menjadi sarana pembelajaran yang efektif jika disikapi dengan bijak.

Di berbagai budaya dunia, ungkapan serupa juga ditemukan, seperti “don’t cry over spilled milk” dalam bahasa Inggris. Ungkapan-ungkapan ini menegaskan bahwa manusia di berbagai belahan dunia memiliki pemahaman yang sama tentang pentingnya menerima kenyataan dan melangkah maju tanpa terjebak pada penyesalan.

Dengan demikian, peribahasa “nasi sudah jadi bubur” bukan sekadar ungkapan pasrah, melainkan pengingat agar manusia lebih bijaksana dalam bertindak, belajar dari kesalahan, dan tetap melangkah maju menghadapi kehidupan.

(Stanly Kalumata)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....