“Mistletoe: Dari Mitos ke Natal”

  • 12 Des 2025 16:28 WIB
  •  Manado

KBRN,Manado: Mistletoe adalah tanaman hijau yang sering dikaitkan dengan musim Natal di banyak negara Barat.

Sebagaimana dikutip dari laman www.history.com Tanaman ini biasanya digantung di ambang pintu atau langit-langit rumah, dan tradisi populer mengatakan bahwa siapa pun yang berdiri di bawahnya harus dicium.

Meski tampak romantis dan khas Natal, asal-usul mistletoe jauh lebih tua dan kaya makna daripada sekadar hiasan liburan.

1. Tanaman yang Aneh dan Ajaib

Dikutip dari laman eniscuola.eni.com Mistletoe bukan tanaman biasa. Ini adalah tumbuhan parasit yang tumbuh menempel pada cabang pohon lain (seperti oak, apel, atau poplar) dan tidak memiliki akar sendiri yang menjangkau tanah. Karena tetap hijau dan bahkan menghasilkan buah di musim dingin ketika kebanyakan tanaman lain meranggas, mistletoe dianggap luar biasa dan misterius oleh banyak budaya kuno.

Dilansir dari laman concordia.ab.ca Nama mistletoe sendiri berasal dari bahasa Anglo-Saxon: “mistel” yang berarti kotoran burung dan “tan” atau “toe” yang berarti dahan; merujuk pada bagaimana bijinya menyebar melalui kotoran burung.

2. Makna Spiritual dan Pagan

Sejak zaman kuno, mistletoe memiliki makna spiritual:

  • Bangsa Celtic dan Druids: Mistletoe yang tumbuh pada pohon oak dianggap tanaman suci. Para Druid melakukan upacara khusus untuk memotong mistletoe dengan sabit emas dan menangkapnya di kain putih agar tidak menyentuh tanah, karena itu dipercaya membawa keberuntungan, perlindungan dari roh jahat, dan meningkatkan kesuburan pada manusia serta hewan.
  • Mitologi Nordik: Salah satu legenda paling terkenal berasal dari kisah Baldur dalam mitologi Nordik. Menurut cerita, semua makhluk telah bersumpah untuk tidak menyakiti Baldur, kecuali mistletoe. Loki, dewa tipu daya, menciptakan tombak dari mistletoe dan menyebabkan Baldur tewas. Setelah Baldur dibangkitkan kembali, ibunya, Frigg – dewi cinta dan kasih sayang – memberkati tanaman itu sebagai simbol cinta dan perdamaian, sehingga siapapun yang berdiri di bawahnya pantas mendapatkan ciuman.

Seperti dikutip dari laman www.intermistletoe.co.uk Dalam tradisi lain di Eropa Utara, mistletoe juga dianggap sebagai simbol rekonsiliasi; musuh yang bertemu di bawahnya harus berdamai dan berhenti berperang sampai hari berikutnya.

3. Dari Pagan ke Tradisi Natal

Walaupun mistletoe memiliki akar pagan, penggunaannya dalam dekorasi Natal berkembang seiring waktu:

  • Tradisi menggantung tanaman hijau selama musim dingin (seperti holly, ivy, dan mistletoe) sudah ada jauh sebelum era Kristen sebagai simbol kehidupan dan harapan saat musim dingin.
  • Tradisi cium di bawah mistletoe muncul di Inggris pada abad ke-18. Referensi paling awal yang tercatat adalah sebuah lagu rakyat dari tahun 1784 yang menyebutkan orang-orang “berciuman di bawah mistletoe.” Di masa Victoria (abad ke-19), tradisi ini semakin populer dengan aturan bahwa setiap berry melambangkan satu kecupan; setelah semua buah habis, hak untuk berciuman juga berakhir.

4. Simbolisme dan Makna

Dengan perjalanan waktu, mistletoe berasimilasi dari simbol pagan menjadi bagian dari perayaan Natal sekuler. Ia tetap dipandang sebagai simbol:

  • Cinta dan kasih sayang karena legenda Frigg dan praktik sosialnya.
  • Perlindungan dan keberuntungan berakar pada tradisi lama menangkal roh jahat atau malapetaka.
  • Kehidupan dan kesuburan karena tetap hidup di musim dingin dan dipercaya membawa energi hidup.

Kesimpulan

Asal-usul mistletoe adalah campuran dari botani, mitologi, ritual pagan, dan kebiasaan sosial yang berkembang selama berabad-abad. Dari tanaman yang dianggap suci oleh para Druid, hingga mitos dewa Nordik, dan akhirnya menjadi tradisi ciuman Natal yang dikenal luas hari ini mistletoe menyimpan kisah panjang tentang kepercayaan, simbolisme, dan budaya manusia.

(Stanly Kalumata)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....