Jarang Dipeluk, Tubuh Jadi Mudah Sakit dan Lelah
- 23 Okt 2025 10:16 WIB
- Bintuhan
KBRN, Bintuhan : Pelukan mungkin terlihat sederhana, namun ternyata menyimpan kekuatan luar biasa bagi kesehatan fisik dan mental manusia. Di tengah kesibukan dan kehidupan modern yang serba cepat, kebiasaan saling berpelukan sering terlupakan. Padahal, jarang dipeluk bisa berdampak nyata pada daya tahan tubuh dan keseimbangan emosi seseorang.
Para ahli menyebut, saat seseorang mendapat pelukan, tubuh akan melepaskan hormon oksitosin — hormon yang berperan penting dalam menciptakan rasa nyaman, aman, dan bahagia. Oksitosin inilah yang membantu menurunkan kadar hormon stres, yakni kortisol, sehingga tubuh menjadi lebih rileks dan sistem imun bekerja optimal.
Tak hanya itu, pelukan juga membantu menstabilkan tekanan darah dan menjaga detak jantung tetap normal. Sentuhan kasih sayang ini memberi sinyal pada otak untuk menenangkan tubuh dari rasa cemas dan tegang. Dalam jangka panjang, kebiasaan berpelukan bisa menurunkan risiko penyakit jantung dan gangguan mental seperti depresi atau kecemasan.
Lebih dari sekadar bentuk kasih sayang, pelukan adalah cara alami untuk menyehatkan tubuh dan menenangkan jiwa. Jadi, jangan ragu untuk memeluk orang terdekat — keluarga, sahabat, atau pasangan — karena satu pelukan hangat bisa menjadi “vitamin emosional” yang membantu menjaga kesehatan Anda setiap hari.
Peluklah dengan tulus, karena kesehatan tak hanya berasal dari makanan bergizi, tetapi juga dari sentuhan kasih yang sederhana.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....