Benarkah Islandia Tak Lagi Bebas Nyamuk?

  • 22 Okt 2025 14:15 WIB
  •  Denpasar

KBRN, Denpasar: Selama ini, Islandia dikenal sebagai negara tanpa nyamuk, sebuah keunikan yang jarang dimiliki di dunia. Iklimnya yang dingin ekstrem membuat serangga seperti nyamuk tak pernah bisa bertahan hidup di sana. Namun, situasi tersebut kini mulai berubah. Para ilmuwan melaporkan temuan spesies nyamuk pertama yang diduga mampu hidup di lingkungan Islandia.

Dikutip dari Antara News, ahli entomologi dari Icelandic Institute of Natural History, Matthías Alfredsson, mengungkapkan bahwa nyamuk yang ditemukan di wilayah Kjos, sekitar Hvalfjörður, Islandia barat, merupakan spesies Culiseta annulata yang dikenal tahan terhadap suhu rendah. Peneliti menilai penemuan ini menjadi indikasi bahwa perubahan iklim sudah memengaruhi keseimbangan alam di negara bersuhu ekstrem tersebut.

Selama ini, siklus beku dan mencair yang cepat di Islandia menghambat perkembangan larva nyamuk. Namun dengan meningkatnya suhu rata-rata global, proses pembekuan menjadi lebih lambat, memberi kesempatan bagi nyamuk untuk menuntaskan siklus hidupnya. Kondisi ini membuat keberadaan mereka kini bukan lagi hal yang mustahil.

Meski jumlahnya masih sedikit, para ilmuwan memperingatkan bahwa spesies tersebut berpotensi berkembang biak di masa mendatang. Jika hal ini terus berlanjut, Islandia mungkin harus beradaptasi dengan keberadaan serangga yang selama ini tak pernah menjadi bagian dari ekosistemnya.

Munculnya nyamuk di Islandia bukan sekadar fenomena baru, tetapi juga pengingat bahwa perubahan iklim membawa dampak hingga ke wilayah yang dulunya dianggap tak tersentuh. Dari negeri yang bebas nyamuk, kini Islandia ikut merasakan perubahan yang dirasakan seluruh dunia.

Rekomendasi Berita