Waspadai Hoaks BBM, Pertamina Sampaikan Fakta Resmi
- 06 Okt 2025 17:53 WIB
- Cirebon
KBRN, Cirebon: Pertamina Patra Niaga dalam beberapa waktu terakhir telah mengamati dan membaca adanya praktik manipulasi informasi atau bahkan penyesatan informasi seperti HOAKS. Hal ini berpotensi membuat masyarakat dan konsumen menjadi tidak nyaman serta khawatir terhadap kondisi yang terjadi.
Penyebaran disinformasi atau HOAKS ini dilakukan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Arah informasi tersebut ditujukan kepada Pertamina dan Pemerintah.
Kondisi ini sangat disayangkan oleh Pertamina karena tidak hanya merupakan pencemaran nama baik Pertamina sebagai BUMN. Namun juga mencoreng nama pemerintah yang saat ini sedang membantu dan menjadi pengayom dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.
Maka, Pertamina Patra Niaga merasa perlu untuk meluruskan sejumlah informasi hoaks yang beredar di media sosial. Berikut adalah deretan hoaks dan misinformasi beserta fakta sebenarnya:
1. Informasi Pengujian RON BBM dengan Alat Portabel
Beredarnya hasil pengujian Research Octane Number (RON) bahan bakar minyak (BBM) dengan menggunakan alat portabel perlu diklarifikasi. Metode tersebut tidak dapat dijadikan dasar pengujian resmi untuk menentukan angka oktan suatu BBM.
Secara teknis, pengujian RON memiliki standar baku internasional yang hanya dapat dilakukan menggunakan mesin CFR (Cooperative Fuel Research Engine). Pengujian ini mengikuti metode ASTM D2699 untuk RON.
Mesin CFR merupakan satu-satunya alat yang disertifikasi secara global untuk mengukur ketahanan bahan bakar terhadap detonasi yang menimbulkan knocking. Pengukuran dilakukan melalui proses pembakaran nyata dengan parameter suhu, tekanan, dan rasio kompresi yang dikontrol ketat.
Pengujian dengan alat portabel Oktis-2 terhadap berbagai jenis BBM dari seluruh operator menunjukkan hasil yang bervariasi. Ada yang lebih rendah maupun lebih tinggi dari standar sebenarnya.
Hal tersebut membuktikan bahwa alat Oktis-2 tidak memiliki akurasi dan kepresisian yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Oleh karena itu, hasilnya tidak bisa dijadikan acuan resmi.
Di dalam alat ini juga terdapat pilihan sistem pengukuran USA dan RUS (Eropa), di mana Eropa menggunakan standar RON. Sementara itu, USA menggunakan AKI (Anti Knocking Index), yaitu setengah dari penjumlahan RON dan MON.
Secara konversi, RON 98 (Eropa) setara dengan AKI 91–92 (USA), sehingga di Amerika Serikat memang tidak dikenal istilah RON 98. Alat Oktis-2 hanya mengukur sifat dielektrik (penghantaran listrik) dari bahan bakar.
Pengukuran tersebut bukan mengukur RON karena tidak ada hubungan antara sifat dielektrik dengan RON. Dengan demikian, hasil dari alat ini tidak relevan dengan standar uji baku internasional.
2. Pembatasan Pengisian BBM hingga 7 Hari untuk Mobil dan 4 Hari untuk Motor
Isu terkait larangan pengisian BBM bagi penunggak pajak kendaraan adalah tidak benar. Penyaluran BBM, khususnya BBM subsidi, tetap berjalan sesuai ketentuan pemerintah.
Distribusi dilakukan melalui mekanisme yang berlaku agar lebih tepat sasaran dan transparan. Hal ini juga sudah disampaikan oleh Kementerian ESDM melalui juru bicara KESDM.
3. Adanya Kebakaran SPBU akibat Kebijakan Pembatasan BBM adalah Hoaks
Video yang beredar adalah rekaman lama dari peristiwa berbeda. Kejadian sebenarnya adalah insiden kebakaran SPBU di Aceh pada tahun 2024.
4. Video Viral Lumajang: Masyarakat Disebut Menggeruduk SPBU adalah Hoaks
Kejadian sebenarnya terjadi pada Rabu, 17 September 2025, saat berlangsung karnaval di Desa Sentul, Lumajang. Karena hujan deras, penonton berdesakan berteduh di area SPBU yang sudah tutup sejak pukul 21.00 WIB.
Keributan terjadi akibat pengaruh minuman keras, bukan karena layanan SPBU. Tidak ada penjarahan atau kerusakan, hanya sampah yang berserakan keesokan harinya.
Pj. Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, mengimbau masyarakat agar jeli dan teliti terhadap berbagai bentuk disinformasi. Hoaks seringkali beredar tanpa dasar yang jelas.
“Masyarakat perlu mewaspadai hoaks lainnya seperti pembatasan pembelian BBM akhir-akhir ini,” ujar Roberth dalam keterangannya pada Senin (6/10/2025). Ia juga menambahkan agar tidak mudah percaya pada pengujian yang tidak dilakukan oleh ahlinya.
Pertamina Patra Niaga pun mengajak masyarakat untuk selalu memastikan kebenaran informasi. Gunakan kanal resmi perusahaan yakni Pertamina Call Center 135 dan akun resmi media sosial Pertamina.