Sejarah Bambu Runcing, di Hari Kemerdekaan Indonesia

  • 16 Agt 2025 17:58 WIB
  •  Tual

KBRN, Langgur : Bambu runcing merupakan salah satu benda yang tidak asing dari bangsa indonesia, dalam sejarahnya bambu runcing merupakan senjata tradisonal yang dipergunakan untuk melawan penjajahan asing. Bambu runcing bukan senjata moderen tetapi terbukti aktif ketika dipergunakan melawan penjajah dikalah itu.

Penggunaan bambu runcing ini populer di berbagai daerah, terutama saat terjadi pertempuran besar seperti di Surabaya pada 10 November 1945. Para pejuang dari berbagai latar belakang, mulai dari santri, petani, hingga pemuda, berbekal senjata ini untuk melawan pasukan Sekutu yang dilengkapi dengan tank dan senapan modern.

Salah satu tokoh yang sering dikaitkan dengan bambu runcing adalah Kiai Subchi dari Parakan, Temanggung, Jawa Tengah. Ia memimpin para santri dan rakyat untuk melawan penjajah dengan bambu runcing. Dengan doa dan semangat patriotisme, bambu runcing di tangan para pejuang seolah menjadi senjata yang tak terkalahkan. Pengaruh Kiai Subchi begitu besar sehingga ia dijuluki sebagai "Kiai Bambu Runcing".

Kali ini kita mengenal sedikit tentang bambu runcing dan ada beberapa hal menariknya, Melansir dari tribunnes.com :

  • Bambu Runcing Identik Dengan Perjuangan Kemerdekaan

Senjata sederhana ini yang di buat dengan ruas atasnya di runcingkan hingga lancip namun sangat bisa menyakitkan bagi penjajah negri ini. Kita bisa lihat dari film-film dokumenter dan film perjuangan kemerdekaan selalu terlihat bambu runcing sebagai senjata.

  • Senjata Yang Ditakuti Pasukan Belanda

Senjata sederhana yang satu ini memang bukan senjata moderen, tapi yang membuat pasukan Belanda takut ketika terkena tusukan bambu runcing merasakn sakit terlebih dahulu sebelum mati ditamabah lagi racun yang menempel pada bambu runcing yang membuat orang yang terkena dapat merasakn sakit yang sangat amat luar biasa.

  • Jepang Memanfaatkan Bambu Runcing Untuk Menghadapi Sekutu

Pada zaman pendudukan jepang bambu runcing dikembangkan sebagai senjata untuk menghadapi musuh yang terjun dari udara, disebut orang jepang sebagai Takeyari. Banyak rakyat Indonesia pria dan wanita di latih menggunakan takeyari bahkan semakin intens pelatihan dari jepang pada saat jepang terdesak dari sekutu.

  • Monumen Bambu Runcing Di Surabaya Untuk Mengenang Jiwa Patriotisme

Kota surabaya membangun monumen bambu runcing di sudut kotanya untuk mengenang dan disebut kota pahlawan seperti di jalan soedirman. Bambu ini menjadi simbol peraih kemerdekaan bangsa indonesia dan arek-arek suroboyo. Pada tahun 1970 didirikan pleh warga setempat untuk mengingat keberhasilan mereka merebut kemerdekaan Indonesia.

Rekomendasi Berita