Kompos Organik, Solusi Cerdas Mengolah Limbah Rumah Tangga
- 05 Agt 2025 17:42 WIB
- Sabang
KBRN, Sabang: Setiap hari dirumah kita banyak menghasilkan sampah organik seperti sisa makanan ,sisa sayuran, kulit buah dan lainnya. Salah satu solusi yang sederhana dan ramah lingkungan adalah dengan mengolah sampah rumah tangga tersebut menjadi pupuk kompos.
Kompos adalah pupuk alami yang dihasilkan dari proses uraian sisa makanan dan limbah dapur lainnya oleh mikro organisme bakteri, jamur dan cacing. Manfaat kompos sangat luar biasa untuk menyuburkan tanah dan mendukung pertanian yang berkelanjutan.
“Dalam proses pembuatan kompos ini banyak jenisnya, kalau kami membuat kompos menggunakan bantuan EM4 yaitu sejenis bakteri pembusuk, mempercepat proses pengomposan atau penguraian bahan organik”, ujar Muhammad Hendrik Friasayani, S.T, M.T selaku Kepala Bidang Pengelolaan Sampah Kebersihan dan Pertamanan Kota Sabang, Senin (4/8/2025).
Ia juga menjelaskan langkah-langkah dalam pembuatan kompos, pemilihan temapt dan wadah kompos dapat dibuat dengan berbagai tempat seperti lubang di tanah, drum atau tong bekas atau dengan komposter plastik atau kotak kayu. Langkah awal adalah kumpulkan sampah organik, boleh di cacah boleh tidak, tujuannya agar sampah tersebut cepat membusuk, kemudian dicampurkan dengan EM4, simpan dalam wadah dengan diberi lubang udara agar ada sirkulasi udara, kemudian setelah 2 hari diaduk rata atau dibalik, agar proses penguraian merata dan tidak bau, dan selama 2-3 bulan akan berubah menjadi kompos dengan tekstur lembut dan halus.
Kompos dikatakan matang apabila berwarna coklat, tidak berbau busuk (justru bau seperti tanah hutan), tidak ada tersisa bahan organik dan teksturnya remah seperti tanah. Kompos yang sudah matang langsung dapat digunakan sebagai pupuk untuk menyuburkan tanaman baik di kebun, di pot atau juga sebagai bahan pertanian.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....