Lima Fakta Menarik Gerhana Matahari Total

  • 01 Agt 2025 20:32 WIB
  •  Gorontalo

KBRN, Gorontalo: Baru-baru ini, media sosial diramaikan oleh isu akan terjadi gerhana matahari total pada 2 Agustus 2025. Isu tersebut menyebutkan bahwa Bumi akan gelap selama 6 menit, membuat banyak masyarakat khawatir.

Namun, BMKG membantah kabar tersebut dan menegaskan bahwa tidak akan terjadi gerhana matahari pada tanggal itu. Meski demikian, fenomena gerhana matahari total memang selalu memikat perhatian karena keunikannya yang langka dan ilmiah.

Tahukah Anda? Ada sejumlah fakta menarik tentang gerhana matahari total yang mungkin belum Anda ketahui. Berikut lima di antaranya:

1. Bumi Bisa Gelap di Siang Hari

Gerhana matahari total terjadi ketika posisi Bulan tepat di antara Bumi dan Matahari. Akibatnya, cahaya Matahari tertutup sepenuhnya oleh Bulan, dan siang hari pun berubah gelap seperti malam.

Kegelapan ini bukanlah mitos. Di jalur totalitas gerhana, langit menjadi hitam selama beberapa menit. Suasana menjadi sunyi, angin terasa dingin, dan lingkungan berubah seketika. NASA mencatat bahwa durasi maksimum kegelapan bisa mencapai 7 menit 32 detik, tergantung lokasi pengamatan.

2. Hanya Terjadi di Jalur Umbra

Tidak semua orang di dunia bisa menyaksikan gerhana matahari total. Fenomena ini hanya tampak sempurna di jalur sempit yang disebut umbra, yaitu bayangan gelap yang dilemparkan oleh Bulan ke permukaan Bumi.

Lebar jalur umbra biasanya hanya sekitar 100 hingga 200 kilometer. Jika Anda berada di luar jalur ini, Anda hanya akan melihat gerhana sebagian atau bahkan tidak sama sekali. Inilah yang membuat gerhana total menjadi peristiwa langka dan istimewa bagi wilayah yang dilewati jalurnya.

3. Hanya Muncul Saat Bulan Baru

Gerhana matahari hanya terjadi saat fase bulan baru, yaitu saat Bulan berada di antara Bumi dan Matahari. Namun tidak semua bulan baru menghasilkan gerhana.

Ini disebabkan oleh kemiringan orbit Bulan terhadap orbit Bumi sebesar 5 derajat. Akibatnya, jarang sekali ketiganya — Matahari, Bulan, dan Bumi — benar-benar sejajar. Itulah mengapa gerhana matahari total hanya bisa terjadi beberapa kali dalam setahun, dan tidak selalu bisa diamati dari Indonesia.

4. Suhu Udara Bisa Turun Mendadak

Selama gerhana matahari total berlangsung, intensitas cahaya dan panas dari Matahari berkurang drastis. Hal ini menyebabkan penurunan suhu udara secara tiba-tiba.

NASA mencatat bahwa suhu bisa turun sekitar 1 hingga 3 derajat Celsius selama gerhana berlangsung. Perubahan ini cukup terasa, apalagi jika Anda berada di ruang terbuka. Beberapa hewan bahkan mengira hari sudah malam, sehingga mulai bersikap seperti saat malam hari—burung berhenti berkicau dan serangga malam mulai aktif.

5. Harus Gunakan Alat Khusus untuk Melihat

Meski terlihat indah, gerhana matahari bisa sangat berbahaya jika diamati tanpa perlindungan. Melihat langsung ke Matahari, meskipun sebagian tertutup, dapat menyebabkan kerusakan permanen pada retina mata.

Untuk itu, diperlukan kacamata khusus gerhana yang bersertifikat ISO 12312-2. Alternatif lainnya adalah dengan menggunakan metode proyeksi lubang jarum atau kamera dengan filter matahari. Hindari menggunakan kacamata hitam biasa karena tidak cukup kuat menyaring radiasi berbahaya dari Matahari.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....