Tepung Terigu Sebabkan Obesitas, ini Faktanya

  • 23 Jul 2025 18:04 WIB
  •  Kendari

KBRN, Kendari: Tepung terigu, terutama yang sudah melalui proses pemurnian, memang sering dikaitkan dengan peningkatan berat badan. Ini karena tepung putih rendah serat dan mudah dicerna tubuh, sehingga cepat meningkatkan kadar gula darah dan insulin. Bila dikonsumsi berlebihan, apalagi dalam bentuk makanan ultraprocessed seperti roti manis, kue, dan gorengan, risiko penumpukan lemak dalam tubuh menjadi lebih tinggi.

Namun, menyalahkan tepung terigu sebagai penyebab utama obesitas adalah penyederhanaan yang keliru. Obesitas lebih dipengaruhi oleh pola makan secara keseluruhan, asupan kalori harian, dan gaya hidup tidak aktif. Orang bisa mengalami kelebihan berat badan meski tidak mengonsumsi tepung, jika asupan kalorinya jauh lebih tinggi dari yang dibakar tubuh.

Sebuah studi dari Anthropological Review menunjukkan adanya korelasi antara konsumsi gluten dan prevalensi obesitas di 168 negara, menempatkan gluten sebagai prediktor kedua setelah konsumsi gula. Meski begitu, studi ini bersifat ekologis dan tidak dapat dijadikan bukti hubungan sebab-akibat secara individu. Jadi, masih dibutuhkan penelitian lanjutan yang lebih spesifik.

Pilihan terbaik adalah mengatur porsi dan frekuensi konsumsi makanan berbahan tepung terigu, serta memilih alternatif yang lebih sehat seperti tepung gandum utuh yang kaya serat. Dengan pola makan seimbang dan aktivitas fisik yang cukup, konsumsi tepung tetap bisa menjadi bagian dari gaya hidup sehat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....