Apakah Konsumsi Telur Balut Baik untuk Kesehatan?

  • 12 Jul 2025 06:07 WIB
  •  Bintuhan

KBRN, Bintuhan: Telur balut adalah telur yang telah dibuahi dan mengandung embrio bebek atau ayam yang masih muda. Makanan ini populer di beberapa negara Asia Tenggara, termasuk Filipina dan Vietnam. Meski bagi sebagian orang terlihat tidak biasa, telur balut sebenarnya menga ndung banyak nutrisi.

Kandungan Nutrisi Telur Balut

Dalam satu butir telur balut (sekitar 70 gram), umumnya mengandung:

Protein tinggi, baik untuk membangun otot dan memperbaiki jaringan tubuh

Zat besi, penting untuk pembentukan sel darah merah

Kalsium, membantu menjaga kesehatan tulang dan gigi

Vitamin A dan B-kompleks, mendukung fungsi mata, kulit, dan sistem saraf

Kolagen dan asam amino, penting untuk kulit dan sendi

Manfaat Kesehatan Telur Balut

Meningkatkan Energi Kandungan protein dan lemak sehat memberikan energi cepat dan bertahan lama.

Baik untuk Tulang dan Gigi Kandungan kalsium dan fosfor pada balut membantu menjaga tulang tetap kuat.

Meningkatkan Kesuburan Telur balut dipercaya oleh sebagian orang bisa meningkatkan vitalitas dan kesuburan, meskipun klaim ini masih perlu diteliti lebih lanjut secara ilmiah.

Membantu Pembentukan Otot Protein tinggi menjadikannya pilihan bagi mereka yang ingin menambah massa otot.

Risiko atau Efek Samping

Meski memiliki manfaat, konsumsi telur balut juga perlu diperhatikan:

Kandungan Kolesterol Tinggi Satu butir telur balut mengandung kolesterol yang cukup tinggi. Tidak dianjurkan dikonsumsi terlalu sering, terutama bagi penderita kolesterol tinggi atau penyakit jantung.

Kebersihan dan Cara Pengolahan Jika tidak dimasak dengan benar atau dibeli dari tempat yang tidak higienis, risiko infeksi bakteri bisa terjadi.

Tidak Cocok untuk Semua Orang Wanita hamil, orang dengan alergi telur, atau yang sensitif terhadap makanan tinggi kolesterol sebaiknya berhati-hati.

Kesimpulan

Telur balut bisa menjadi sumber nutrisi yang baik jika dikonsumsi dengan bijak dan tidak berlebihan. Untuk orang sehat, makan 1–2 kali seminggu umumnya aman. Namun, penting untuk mempertimbangkan kondisi kesehatan pribadi sebelum mengonsumsinya secara rutin.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....