Gurita Bayi Tak Dianjurkan, Ini Dampaknya

  • 08 Jul 2025 15:02 WIB
  •  Gunung Sitoli

KBRN, Gunungsitoli: Penggunaan gurita pada bayi baru lahir telah lama menjadi tradisi yang mengakar kuat di tengah masyarakat Indonesia. Dipercaya dapat mencegah perut kembung, mengatasi pusar yang menonjol, kain yang melilit diperut ini seakan menjadi perlengkapan wajib.

Namun, seiring dengan perkembangan ilmu kedokteran, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) secara tegas tidak lagi merekomendasikan. Praktik ini karena terbukti lebih banyak mendatangkan risiko dari pada manfaat.

Gurita bayi, baik yang berbentuk lilitan kain tradisional atau yang perekat, dipercaya secara turun-temurun dapat memberikan berbagai kebaikan. Para orangtua terdahulu meyakini gurita bayi akan menjaga perut bayi tetap ramping, mencegah masuk angin dan mencegah pusar menjadi bodong.

Akan tetapi, berbagai penelitian dan tinjauan medis modern menunjukkan bahwa keyakinan tersebut hanyalah mitos yang tidak memiliki dasar ilmiah yang kuat. Sebaliknya, penggunaan gurita justru dapat membahayakan kesehatan dan keselamatan bayi.

Alasan Medis di Balik Larangan Penggunaan Gurita

IDAI dan para ahli kesehatan anak menyuarakan beberapa alasan kuat mengapa orang tua sebaiknya meninggalkan tradisi memakaikan gurita pada bayi:

1. Mengganggu Pernapasan Perut Bayi: Bayi baru lahir, terutama dalam beberapa bulan pertama kehidupannya, bernapas secara dominan menggunakan otot-otot perut (pernapasan diafragma atau abdominal). Dinding dada mereka belum cukup kuat untuk menopang pernapasan sepenuhnya. Lilitan gurita yang ketat akan menekan rongga perut dan membatasi gerakan diafragma. Akibatnya, bayi akan kesulitan untuk bernapas dengan leluasa, yang dapat menyebabkan sesak napas dan kekurangan oksigen. Dalam kasus yang parah, hal ini berisiko fatal.

2. Meningkatkan Risiko Gumoh dan Muntah: Tekanan dari gurita pada area perut juga dapat menekan lambung bayi yang masih kecil. Hal ini meningkatkan kemungkinan isi lambung, termasuk susu yang baru diminum, untuk kembali naik ke kerongkongan. Kondisi ini dikenal sebagai gumoh atau refluks. Jika terjadi secara berlebihan, gumoh dapat mengganggu asupan nutrisi dan kenyamanan bayi.

3. Mitos Mencegah Pusar Bodong: Pusar bodong atau hernia umbilikalis terjadi ketika sebagian usus menonjol melalui lubang di otot perut dekat pusar. Kondisi ini umum terjadi pada bayi dan biasanya akan menutup dengan sendirinya seiring dengan menguatnya otot-otot dinding perut pada usia 1-2 tahun. IDAI menegaskan bahwa penggunaan gurita atau menekan pusar dengan koin tidak terbukti secara medis dapat mencegah atau mengatasi hernia umbilikalis. Justru, area tali pusat yang tertutup dan lembap karena gurita berisiko mengalami infeksi. Perawatan tali pusat yang benar adalah dengan menjaganya tetap bersih, kering, dan terbuka hingga puput dengan sendirinya.

4. Risiko Iritasi Kulit: Kulit bayi yang sangat sensitif rentan mengalami iritasi akibat gesekan terus-menerus dengan kain gurita. Apalagi jika gurita basah karena keringat atau urin, kondisi lembap tersebut dapat memicu timbulnya biang keringat, ruam, hingga infeksi jamur.

Alternatif yang Lebih Aman dan Nyaman :

Sebagai ganti gurita, IDAI menyarankan agar orang tua memakaikan bayi pakaian yang longgar, lembut, dan menyerap keringat. Pakaian seperti baju atasan dan celana atau popok sudah cukup untuk memberikan kehangatan dan kenyamanan.

Jika cuaca dingin, bayi bisa diselimuti atau dipakaikan topi. Untuk mengatasi kekhawatiran perut kembung, orang tua dapat melakukan beberapa cara yang lebih aman.

Seperti memastikan posisi menyusu yang benar untuk mengurangi udara yang tertelan. Menyendawakan bayi setelah menyusu, dan melakukan pijat lembut dengan gerakan memutar searah jarum jam pada perut bayi.

Meskipun meninggalkan tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun terasa sulit, keselamatan dan kesehatan anak harus menjadi prioritas utama. Dengan sudah memahami alasan medis, orang tua dapat membuat pilihan yang lebih bijak untuk mendukung tumbuh kembang si kecil.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....