Alasan Ilmiah Tidur Sore Sering Bikin Pusing

  • 18 Jun 2025 19:58 WIB
  •  Lhokseumawe

KBRN, Lhokseumawe : Meski terlihat sebagai cara untuk menyegarkan tubuh, tidur di sore hari justru bisa menimbulkan rasa pusing saat bangun. Fenomena ini sering dialami banyak orang, terutama saat durasi tidur terlalu panjang atau dilakukan dalam kondisi yang kurang ideal. Lalu, apa penyebabnya?

Menurut sejumlah sumber medis, tidur sore bisa mengacaukan ritme sirkadian tubuh—jam biologis yang mengatur waktu tidur dan bangun. Tubuh manusia secara alami dirancang untuk beristirahat di malam hari. Tidur di luar jam normal ini dapat membuat sistem tubuh bingung dan memicu rasa pusing begitu terbangun.

Selain itu, durasi tidur juga sangat menentukan. Jika tidur sore berlangsung lebih dari 20-30 menit, risiko mengalami sleep inertia meningkat. Kondisi ini membuat tubuh terjebak dalam fase tidur dalam yang belum selesai, sehingga muncul rasa grogi, bingung, bahkan pusing setelah bangun.

Faktor lain yang juga memengaruhi adalah dehidrasi. Kurangnya asupan cairan sebelum tidur bisa menurunkan aliran darah ke otak, menyebabkan kepala terasa ringan atau pening. Tidur setelah makan besar pun bisa berdampak pada fluktuasi gula darah yang berujung pada rasa tidak nyaman, lemas, atau pusing.

Terakhir, kualitas udara di ruangan tempat tidur juga berperan. Ruangan tertutup tanpa ventilasi baik dapat menyebabkan kekurangan oksigen saat tidur. Ini membuat otak tidak menerima suplai oksigen yang cukup, sehingga menimbulkan efek pusing saat terbangun.

Agar tidur sore tetap bermanfaat, perhatikan waktu tidur yang singkat, cukupi kebutuhan cairan, dan pastikan ruangan memiliki sirkulasi udara yang baik. Tidur yang tepat akan menyegarkan tubuh, bukan sebaliknya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....