Kenali Awan Cumulonibus, Awan Pembawa Hujan Badai
- 15 Jun 2025 12:33 WIB
- Sabang
KBRN, Sabang: Hari ini BMKG Stasiun Meterologi Aceh Besar, Provinsi Aceh, memberi peringatan akan cuaca ekstrim yang terjadi akibat Awan Cumulonibus (Cb). Awan pembawa hujan badai ini dapat menyebabkan turbulensi pada pesawat, sangat berbahaya serta menggangu penerbangan dan pelayaran.
Awan Cumulonimbus adalah jenis awan yang tumbuh vertikal dan sering dikaitkan dengan cuaca buruk. Awan ini dapat menghasilkan hujan lebat, petir, angin kencang, bahkan hujan badai. Hal ini disampaikan Dedi Ardana, Prakirawan BMKG Aceh dalam informasi cuaca, Minggu (15/6/2025).
“Awan Cumulonimbus adalah awan vertikal besar yang terbentuk akibat arus konveksi udara panas yang naik ke atmosfer, disertai kondensasi. Awan ini sering terlihat seperti gunung atau menara yang menjulang tinggi dengan bagian puncak yang cenderung menyebar seperti landasan. Awan CB dapat menghasilkan hujan lebat, petir, angin kencang, dan bahkan hujan es, terutama saat fase pertumbuhan dan penurunan yang cepat,” jelasnya.
Dedi menerangkan, Beberapa awan cumulonimbus memiliki pusaran dan turbulensi yang sangat kuat, ditandai dengan kilatan petir di inti awan.Kilatan tersebut disebabkan oleh tetesan terionisasi di awan yang saling bergesekan sehingga muatan statis yang terbentuk menciptakan kilat. Kumpulan awan cumulonimbus dapat mengakibatkan hujan petir, angin kencang, banjir bandang, bahkan tornado.
Meski begitu, curah hujan dari awan cumulonimbus biasanya hanya berlangsung sebentar atau tidak terlalu lama. Itu karena awan cumulonimbus membutuhkan banyak energi untuk terbentuk serta mengeluarkan banyak energi.

Potensi pertumbuhan awan cumulonimbus
Dikutip dari laman BMKG, Awan Cumulonimbus dengan persentase cakupan spasial >75% (FRQ/ Frequent) tanggal 14 - 20 Juni 2025 diprediksi terjadi di Samudra Hindia barat Lampung, Samudra Hindia selatan Banten, Samudra Hindia selatan Jawa Barat, Laut Maluku, Samudra Pasifik utara Papua Barat Daya. Awan Cumulonimbus dengan persentase cakupan spasial maksimum antara 50-75% (OCNL/ Occasional) dalam sepekan kedepan diprediksi terjadi di Aceh dan beberapa daerah lain di Sumatera, Jawa, Kalimantan dan Papua.
BMKG mengingatkan masyarakat untuk selalu waspada terhadap kondisi cuaca, terutama di wilayah-wilayah yang diprediksi mengalami pertumbuhan awan Cb, yang dapat berpotensi menyebabkan hujan deras, petir, disertai angin kencang. BMKG juga berharap, penyedia jasa penerbangan siaga dalam menghadapai potensi cuaca buruk akibat awan Cumulonimbus.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....