Pohon Asam Jawa Dulunya Peneduh Yang Estetik
- 09 Jun 2025 10:25 WIB
- Gunung Sitoli
KBRN,Gunungsitoli : Asam jawa termasuk tumbuhan tropis. Asal-usulnya diperkirakan dari savana Afrika timur di mana jenis liarnya ditemukan, salah satunya di Sudan. Semenjak ribuan tahun, tanaman ini telah menjelajah ke Asia tropis, dan kemudian juga ke Karibia dan Amerika Latin. Di banyak tempat yang bersesuaian, termasuk di Indonesia.
Pohon asam jawa berperawakan besar, selalu hijau (tidak mengalami masa gugur daun), tinggi sampai 30 m dan diameter batang di pangkal hingga 2 m. Kulit batang berwarna cokelat keabu-abuan, kasar dan memecah, beralur-alur vertikal. Tajuknya rindang dan lebat berdaun, melebar dan membulat asam jawa memiliki ciri khas daun yang terdiri dari banyak helai kecil dan bunganya berwarna kuning muda. Buahnya berbentuk polong yang panjang, dengan kulit keras yang melindungi daging buah berwarna cokelat kemerahan dan berisi biji-biji.
Buah asam jawa , meskipun tidak terlalu dikonsumsi langsung namun bermanfaat untuk bahan masakan dan obat tradisional .Nama Asam jawa dahulu disematkan oleh orang melayu kerena dipakai dalam masakan Jawa hingga populer sampai saat ini.
Mengutip dari artikel Jurnal Universitas Trunoyo , Pemerintah Kolonial belanda dulunya memilih pohon asam jawa sebagai pohon peneduh sepanjang jalan di Kota-kota besar di Indonesia karena berbagai keunggulan yang sesuai dengan lingkungan tropis. Selain tidak merusak infrastruktur jalan memiliki batang yang kuat daun hijau sepanjang tahun tidak mudah roboh serta bentuk pohon yang rimbun sehingga mempercantik pemandangan di sepanjang jalan.
Selain manfaatnya , pohon asam jawa juga memiliki filosofi yang mendalam. Dalam budaya jawa , pohon ini melambangkan kesenangan dan kebajikan hal ini mengingatkan kita untuk terus berbuat baik dan menunjukan sikap menyenangkan dalam kehidupan sehari-hari.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....