Alasan Lebih Mudah Mengapung di Lautan Daripada Sungai
- 26 Mei 2025 08:22 WIB
- Kupang
KBRN, Kupang: Pernahkah kamu merasa lebih mudah mengapung saat berenang di laut dibandingkan di kolam air tawar? Fenomena ini bukan kebetulan, melainkan hasil dari hukum fisika yang sederhana namun menarik, yaitu hukum Archimedes. Hukum ini menyatakan bahwa setiap benda yang dicelupkan ke dalam fluida akan mengalami gaya ke atas sebesar berat fluida yang dipindahkan. Semakin besar massa jenis fluida, semakin besar pula gaya apung yang dirasakan oleh benda tersebut.
Air laut memiliki kandungan garam yang tinggi, sekitar 3,5% atau 35 gram per liter. Garam-garam ini membuat air laut memiliki massa jenis lebih besar daripada air tawar—sekitar 1.025 kg/m³ dibandingkan dengan 1.000 kg/m³ pada air tawar. Karena itu, tubuh manusia yang memiliki massa jenis sedikit lebih rendah dari air laut akan lebih mudah mengapung di laut. Sementara di air tawar, gaya apung yang diberikan lebih kecil, sehingga manusia cenderung harus bergerak atau mengambil napas dalam untuk tetap mengapung.
Laut Mati adalah contoh ekstrem dari fenomena ini. Dengan salinitas hampir sepuluh kali lebih tinggi dari laut biasa, airnya sangat padat, sehingga bahkan tanpa berenang pun orang bisa tetap mengapung di permukaannya. Ini menunjukkan bahwa kandungan zat terlarut dalam air sangat memengaruhi kemampuan apung suatu benda atau tubuh manusia.
Penjelasan ini tidak hanya penting dalam ilmu fisika, tetapi juga berguna dalam praktik sehari-hari seperti keselamatan saat berenang, desain alat pelampung, hingga perencanaan misi kelautan. Dengan memahami bahwa air laut memberikan gaya apung lebih besar, kita bisa lebih menghargai betapa hukum alam bekerja bahkan dalam hal-hal sesederhana berenang. (ADM)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....