Nyamuk Bisa Mengenali Manusia Lewat Karbon Dioksida
- 20 Mei 2025 21:10 WIB
- Kendari
KBRN, Kendari: Salah satu cara nyamuk menemukan mangsanya adalah dengan mengenali karbon dioksida (CO2) yang dikeluarkan saat kita bernapas. Meskipun ukuran tubuh mereka kecil, nyamuk memiliki kemampuan luar biasa dalam mendeteksi CO2 dari jarak yang cukup jauh.
Setiap kali manusia menghembuskan napas, karbon dioksida yang terkandung dalam udara akan terlepas ke lingkungan sekitar., yang memungkinkan mereka untuk mendeteksi manusia sebagai sumber potensial darah.
Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Journal of Experimental Biology menjelaskan bahwa nyamuk dapat mengenali jejak CO2 yang lebih tinggi di udara, yang menunjukkan adanya manusia atau hewan besar di dekatnya. Hal ini menjelaskan mengapa nyamuk sering mengincar orang yang sedang beraktivitas fisik atau bernapas lebih cepat.
Selain CO2, nyamuk juga mengandalkan rangkaian sinyal lain, seperti bau tubuh dan suhu tubuh, untuk semakin mendekatkan diri kepada inangnya. Meskipun nyamuk betina lebih sering menjadi penyebab gigitan, kemampuan mereka untuk mengenali jejak karbon dioksida berperan besar dalam menarik mereka ke manusia.
Untuk mencegah gigitan nyamuk, kita bisa mengurangi emisi CO2 di sekitar kita dengan cara menghindari beraktivitas di area terbuka pada malam hari, menggunakan pelindung tubuh, serta menjaga kebersihan agar tidak menarik perhatian nyamuk.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....