Pentingnya Prinsip Take and Give dalam Membangun Hubungan Sosial yang Sehat

  • 13 Mei 2025 11:52 WIB
  •  Manado

KBRN,Manado: Prinsip "Take and Give" atau saling memberi dan menerima dinilai menjadi fondasi penting dalam menjaga keseimbangan hubungan sosial, baik dalam lingkungan keluarga, pertemanan, hingga dunia kerja. Pakar psikologi sosial menyebutkan bahwa hubungan yang sehat tidak hanya dibangun dari memberi semata, namun juga dari kemampuan untuk menerima dengan tulus.

Menurut Dr. A. Rachmawati, Psikolog Sosial dari Universitas Indonesia, hubungan yang sehat harus didasarkan pada keseimbangan antara kontribusi dan penerimaan. “Jika seseorang hanya memberi tanpa menerima, maka lama kelamaan akan timbul kelelahan emosional. Begitu pula sebaliknya, jika hanya menerima tanpa memberi, hubungan bisa menjadi timpang dan merugikan pihak lain,” ujarnya dalam webinar “Keseimbangan dalam Relasi” yang digelar pada Senin (12/5).

Sebagaimana di kutip dari Harvard Business Review (2020) juga mengungkapkan bahwa individu yang menerapkan pola give and take secara seimbang cenderung memiliki hubungan profesional yang lebih kuat dan produktif. Studi tersebut menekankan bahwa menjadi giver yang bijak, yang tahu kapan harus memberi dan kapan harus menjaga batas, lebih berpeluang sukses dibandingkan mereka yang hanya mengambil keuntungan dari orang lain (taker).

Prinsip ini juga penting diterapkan dalam dunia digital dan media sosial. Influencer psikologi, Najwa Syihab dalam unggahan Instagram-nya menulis, “Dalam relasi, jangan hanya menjadi tempat curhat orang lain, tapi pastikan kamu juga punya ruang untuk didengar.”

Dengan semakin kompleksnya dinamika sosial saat ini, para ahli menekankan pentingnya mengajarkan prinsip take and give sejak dini kepada anak-anak melalui pendidikan karakter di sekolah dan dalam keluarga.

(Stanly Kalumata)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....