Penipuan Telegram Berkedok Uang Kuno Viral
- 13 Mei 2025 08:20 WIB
- Surakarta
KBRN, Surakarta: Sebuah unggahan video di platform TikTok oleh akun "kolektoruangkuno65" pada Rabu (16/4/2025), menjadi perhatian banyak pengguna. Video tersebut menampilkan berita Kompas Bisnis mengenai nilai penjualan fantastis uang koin kuno.
Unggahan ini menyertakan tautan yang mengarahkan pengguna untuk melakukan login melalui Telegram dengan mengisi nama lengkap dan nomor telepon. Hingga Senin (28/4/2025), unggahan tersebut telah mencuri perhatian dengan 2,7 juta tayangan, 75 ribu suka, lebih dari 4 ribu komentar, dan dibagikan lebih dari 30 ribu kali oleh pengguna TikTok.
Besarnya interaksi ini menunjukkan potensi jangkauan informasi, termasuk informasi yang berpotensi menyesatkan. Melansir website Turnbackhoax.id, Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) melakukan penelusuran terhadap tautan yang tertera di bio akun TikTok tersebut.
Hasilnya menunjukkan bahwa tautan tersebut meminta warganet untuk mengisi data pribadi berupa nama lengkap, nomor Telegram aktif, dan menyetujui untuk bergabung ke sebuah grup Telegram. Praktik pengumpulan data pribadi melalui tautan mencurigakan ini menimbulkan kekhawatiran akan adanya potensi penyalahgunaan informasi.
Lebih lanjut, TurnBackHoax menelusuri modus penipuan yang melibatkan Telegram melalui mesin pencari Google. Ditemukan sebuah artikel dari Detik.com yang tayang pada Minggu (2/2/2025), berjudul "Wanita Ini Jadi Korban Penipuan di Misi Grup Telegram, Uang Rp50 Juta Raib". Artikel tersebut mengisahkan seorang wanita asal Palembang yang menjadi korban penipuan setelah tertarik bergabung dengan grup misi pekerjaan di Telegram dan mengikuti instruksi admin, hingga kehilangan uang sebesar Rp50 juta.
Berdasarkan temuan tersebut, unggahan di TikTok dengan narasi "Tautan Penukaran Uang Kuno" dapat dikategorikan sebagai konten palsu (fabricated content). Masyarakat diimbau untuk berhati-hati terhadap iming-iming nilai fantastis uang kuno dan tautan yang mencurigakan, terutama yang meminta data pribadi dan mengarahkan untuk bergabung ke grup yang tidak dikenal di platform media sosial. Verifikasi informasi dari sumber terpercaya sangat penting untuk menghindari potensi penipuan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....