[HOAX] Membedakan Uang Palsu dengan Cara Dikelupas
- 31 Des 2024 13:22 WIB
- Cirebon
KBRN, Cirebon: Akun Facebook “Hamka Pratama” membagikan video yang menjelaskan tentang cara membedakan uang palsu dengan dikelupas. Hal ini dikarenakan, menurutnya kedua uang seratus ribuan tersebut sama-sama terlihat asli Ketika diterawang. Video tersebut mendapatkan banyak atensi dan tak sedikit pengguna yang membagikan ulang video tersebut.
Melansir laman Turn Back Hoax Indonesia, klaim tersebut tidak benar.
Ditemukan sejumlah hasil pemberitaan dari Kompas.com yang memuat penjelasan dari Bank Indonesia (BI) mengenai cara membedakan uang asli dan palsu. Penjelasan dari Bank Indonesia ini marak muncul setelah uang palsu dari UIN Makassar menjadi perbincangan di media sosial.
Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Uang BI Marlison Hakim menjelaskan uang palsu maupun uang rupiah kertas asli—termasuk uang yang sudah lusuh—sama-sama bisa dibelah dengan cara dikelupas sehingga bukan merupakan metode pembuktian. Uang asli dapat diidentifikasi dengan cara:
1. Dilihat: Misalnya, pada uang kertas Rp20.000 edisi 2022, terdapat gambar utama Pahlawan Nasional Dr. G.S.S.J. Ratulangi yang didominasi warna hijau dengan detail gambar yang tajam. Selain itu, terdapat juga lambang Garuda Pancasila, ilustrasi kepulauan Indonesia, serta berbagai motif khas nusantara.
2. Diraba: Uang kertas asli terasa lebih tebal dan memiliki tekstur kasar di beberapa bagian, seperti angka nominal, huruf terbilang, tulisan “Bank Indonesia,” gambar utama, serta lambang Garuda Pancasila, dan
3. Diterawang: Jika uang diarahkan ke sumber cahaya, akan terlihat tanda air berupa gambar Pahlawan Nasional yang sesuai dengan gambar utama pada sisi depan uang.
Selain itu, Marlison juga mengatakan jika masyarakat memiliki uang rupiah yang diragukan keasliannya, masyarakat dapat melakukan pengecekan kepada bank umum terdekat atau meminta klarifikasi keaslian di kantor Bank Indonesia terdekat.
Jadi, unggahan berisi narasi “membedakan uang palsu dengan cara dikelupas” adalah tidak benar dan termasuk dalam kategori konten yang menyesatkan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....