Mengungkap Pesona Tradisi Unik Leher Panjang Suku “Karen”

  • 30 Des 2024 14:31 WIB
  •  Sabang

KBRN, Sabang: Suku “Karen” atau disebut juga dengan suku “Leher Panjang” merupakan salah satu kelompok etnis minoritas yang mendiami daerah Myanmar-Thailand. Masyarakat suku ini memiliki kebiasaan tradisi unik yang menjadi identitasnya yaitu mereka dikenal luas dengan memanjangkan leher bagi para wanita.

Wanita suku Karen yang tinggal dibagian utara Thailand berkeyakinan bahwa, semakin panjang leher seorang wanita maka akan semakin terlihat cantik dimata laki-laki, akan tetapi leher panjang ini tidak didapatkan sejak lahir, melainkan dengan upaya memanjangkan leher mereka dengan tumpukkan cincin kuningan sejak masih kecil, dan juga dipakai dilengan dan kaki. Gelang-gelang ini digunakan agar leher, tangan dan kaki terlihat panjang seperti burung Phoenix, hal ini berdasar pada kebudayaan dan kepercayaan turun temurun suku Karen.

Yang menjadi lebih ekstrem semakin wanita suku Karen semakin bertambah atau tua, maka cincin kuningan dileher mereka semakin bertambah dan tidak boleh dilepas walau dalam keadaan beraktivitas sekalipun. Cincin kuningan leher tersebut hanya boleh dilepas pada saat mereka menikah, meninggal atau melahirkan.

Selain mempunyai tradisi yang unik, suku Karen lebih dari sekedar penampilannya yang eksotis, kaya akan budaya dan memiliki sejarah yang panjang. Meskipun dianggap sebagai simbol kecantikan bagi perempuan suku Karen, tradisi ini memiliki makna yang mendalam, dan sebagian mereka percaya bahwa leher panjang melambangkan status sosial dan terhindar dari roh jahat.

Sebagai adat tradisi perempuan suku Karen mengenakan cincin kuningan dileher mereka, dikarenakan dahulu mereka tinggal didaerah pegunungan dan sering terlibat langsung dengan binatang buas seperti harimau dan beruang. Dan pada umumnya binatang buas tersebut menyerang manusia dileher sehingga perempuan suku Karen mengenakan cincin tersebut dengan tujuan melindungi diri mereka.

Cincing kuningan itu dipakaikan pada perempuan suku Karen sejak usia 5 tahun dengan 2-3 tumpukan cincin, dan 2-3 tahun sekali tumpukkan cincin akan ditambah sampai mereka berusia 19 tahun. Setelah itu cincin kuningan digantikan dengan logam besi panjang yang dililitkan keleher mereka, dengan berat logam dileher perempuan dewasa seberat 5kg, serta dikaki dan tangan seberat 1kg, dan kebanyakkan dari mereka suku Karen meninggal pada usia 40-50 tahun, hal ini diduga karena besi yang melilit dileher mereka membebani dan merusak tulang tubuh lainnya.

Suku Karen memang memiliki budaya dengan tradisi yang beragam dan unik, dan ada beberapa fakta menarik dari suku Karen ini salah satunya adalah:

· Memiliki pakaian tradisional yang mempunyai motif dan warna yang khas yang lembangakan identitas mereka.

· Memiliki musik dan tarian yang berperan penting dalam kehidupan sosial dan ritual mereka.

· Suku Karen terkenal dengan kemahiran mereka embuat kerajinan tangan seperti perhiasan, tenun dan ukiran-ukiran kayu. Dengan penampilannya yang unik terdapat nilai-nilai luhur dan perjuangan dalam mmempertahankan identitas mereka.

(Sumber: pusmendik.kemdikbud.go.id)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....