KBRN Bukittinggi; Tari Randai adalah salah satu kesenian khas Minangkabau yakni berupa teater rakyat. Tari ini menggabungkan seni lagu, tari, musik drama dan silat yang menjadi satu kesatuan. Tari Randai ini memiliki unsur pokok berupa cerita, dialog, dan akting, galombangan dan gurindam.
Ke empat unsur tersebut tidak boleh ditiadakan karena ini adalah kesenian tradisional yang hanya terdapat di Minangkabau. Tari randai merupakan kesenian untuk hiburan yang biasa di pertunjukan saat saat pesta rakyat. Randai berasal dari kata Randai yaitu; berhandai yang artinya berkeinginan atau bertutur dengan menggunakan kalimat atau kiasan kiasan atau kata kata samar.
Dalam kesenian atau permainan randai biasanya dimainkan secara berkelompok dan membentuk lingkaran. Dalam satu kelompok di isi sebanyak 14 sampai 25 orang. Anggota Randai biasanya disebut dengan anak randai dan berasal dari kalangan pedagang, pengrajin, dan petani dari daerah setempat.
Tari Randai ini dipimpin oleh seorang yang disebut Panggoreh. Yaitu permainan yang mana ia memiliki tugas untuk mengeluarkan teriakan khas. Teriakan tersebut adalah untuk menentukan cepat atau lambatnya tempo gerakan.
Dalam satu cerita randai, dapat menghabiskan satu sampai lima jam bahkan bisa juga lebih. Sumber cerita randai adalah merupakan cerita rakyat yang bertemakan budi pekerti, susila, malu, pendidikan dan menamkan kesadaran berbangsa. Tari randai Minangkabau juga merupakan yang menceritakan nilai nilai kehidupan masyarakat Minangkabau, baik nilai kehidupan masa silam atau masa kini.
Sumber beritakompas.com
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....