Pengertian dan Perbedaan FOMO dan JOMO
- 04 Nov 2024 14:01 WIB
- Aceh Singkil
KBRN, Singkil : Dalam era digital, kita sering kali dihadapkan pada istilah-istilah baru yang mencerminkan perubahan gaya hidup dan pola pikir masyarakat. Dua istilah yang semakin populer adalah FOMO (Fear of Missing Out) dan JOMO (Joy of Missing Out). Kedua istilah ini mencerminkan perasaan manusia terhadap informasi, kegiatan, dan pengalaman di era digital ini.
FOMO atau rasa takut dan kekhawatiran seseorang ketika tidak mengikuti trend. Sementara JOMO atau kesenangan karena melewatkan dan menyadari bahwa tidak selalu perlu terlibat dalam setiap hal di sekitar kita. Untuk mengetahui apa itu FOMO dan JOMO lebih jauh, simak penjelasan berikut ini. Pengertian FOMO adalah rasa takut ketika tertinggal akan suatu hal. Jadi, fear of missing out bisa diartikan sebagai perasaan khawatir atau cemas ketika melewatkan pengalaman atau kejadian penting yang sedang terjadi. Mereka yang FOMO merasa tertinggal ketika tidak berpartisipasi pada trend tertentu.
FOMO sering kali muncul dalam konteks sosial media atau kehidupan sehari-hari ketika melihat postingan atau aktivitas orang lain yang terlihat menarik atau menyenangkan. Sementara jika ditanya apa itu JOMO maka adalah kebalikan dari FOMO. JOMO atau joy of missing out adalah perasaan puas dan bahagia atas apa yang dipunya. Jadi, keputusan untuk hidup dan tidak membandingkan dengan orang lain. Selain itu, menurut Psychology Today, konsep JOMO juga memperhatikan penggunaan waktu, dan bersedia mengatakan "tidak" untuk hal-hal yang tidak ingin dilakukan.
Meskipun JOMO memiliki banyak manfaat positif, termasuk peningkatan produktivitas, fokus, keterlibatan dalam hubungan, serta kesejahteraan emosional dan fisik tapi tidak bisa langsung diterapkan. Karena mengubah pola pikir FOMO ke JOMO menjadi tantangan tersendiri. Menurut Susan Albers berikut adalah beberapa tips yang bisa kamu coba lakukan.
1. Nikmati Waktu Tanpa Media Sosial
Mengurangi penggunaan media sosial dapat mengurangi perbandingan. Sehingga meningkatkan fokus pada tujuan serta rasa kepuasan diri.
2. Tetapkan Batasan dan Berani Berkata Tidak
Menetapkan batasan di berbagai aspek kehidupan membantu kita lebih selektif dalam mengatur waktu. Berani mengatakan tidak adalah langkah penting untuk memprioritaskan diri sendiri.
(sumber web https://myhero.id/)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....