Sejarah Hari Bhakti Pos dan Telekomunikasi

  • 27 Sep 2024 12:06 WIB
  •  Ranai

KBRN, Ranai: Tanggal 27 September diperingati sebagai Hari Bhakti Postel (Pos dan Telekomunikasi). Peringatan ini merupakan momen untuk mengenang peristiwa diambilalihnya jawatan Perusahaan Telepon dan Telegraf (PTT) dari kekuasaan Jepang.

Melansir laman Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), usaha pemindahan kekuasaan itu dilakukan oleh Angkatan Muda Perusahaan Telepon dan Telegraf (AMPTT) pada 1945. Mereka mengadakan pertemuan untuk merealisasikan pemindahan kekuasaan Jepang akan PTT ke tangan Indonesia.

Dalam pertemuan tersebut disepakati bahwa Kantor Pusat PTT harus sudah dikuasai paling lambat akhir bulan September. Para pemuda pun berusaha mendekati Jepang supaya menyerahkan kekuasaan di Kantor PTT.

Sampai pada tanggal 23 September 1945, anggota AMPTT Mas Soeharto dan R. Dijar menuntut pihak Jepang supaya menyerahkan kekuasaan PTT secara damai. Akan tetapi pihak Jepang tidak mau menyerahkannya sehingga ditempuh jalan kekerasan dengan bantuan rakyat.

Keesokan harinya pada 24 September 1945, Mas Soeharto dan R Dijar tanpa menunggu instruksi dari Jakarta mendesak pimpinan PTT Jepang, Tuan Osada untuk menyerahkan Jawatan PTT secara terhormat kepada Bangsa Indonesia. Namun, usaha mereka gagal.

Tanggal 27 September 1945, AMPTT kembali mengadakan perundingan dengan Jepang di Kantor Pusat PTT, namun hasilnya gagal juga. Sehingga AMPTT sekali lagi memutuskan untuk merebut kekuasaan dengan kekerasan dari tangan Jepang namun dengan persiapan dan taktik yang lebih matang.

Pimpinan PTT Jepang pun tidak bisa berbuat apa-apa ketika sudah dikepung oleh rakyat Indonesia sehingga mereka secara sukarela menyerahkan senjatanya. Setelah itu, diangkatlah Mas Soeharto dan R Dijar masing-masing sebagai Ketua dan Wakil Kepala jawatan PTT seluruh Indonesia

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....