Temui Majelis Latupati, Kapolres SBT Bahas Penguatan Sinergi dan Kamtibmas

  • 17 Sep 2026 13:31 WIB
  •  Bula

RRI.CO.ID, Bula - Kapolres Seram Bagian Timur (SBT), Maluku, AKBP Ricky Pranata Vivaldy menggelar pertemuan silaturahmi bersama Majelis Latupati Kabupaten Seram Bagian Timur. Pertemuan tersebut membahas penguatan komunikasi dan sinergi antara kepolisian dengan para Raja serta situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Pertemuan berlangsung di ruang rapat kerja Kapolres SBT, Kamis, 17 September 2026 sekitar pukul 09.10 WIT. Sejumlah pejabat Polres SBT dan para Raja turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Dalam pertemuan itu, Kapolres SBT AKBP Ricky Pranata Vivaldy memperkenalkan diri sebagai pejabat baru yang mendapat amanah untuk bertugas di Kabupaten Seram Bagian Timur. Ia berharap dapat diterima oleh masyarakat, khususnya para Raja atau Jou yang tergabung dalam Majelis Latupati.

"Saya berharap dapat diterima dengan baik oleh seluruh masyarakat, khususnya para Raja dan Jou," kata Ricky dalam pertemuan tersebut.

Ricky mengatakan Kabupaten Seram Bagian Timur merupakan wilayah penugasan pertamanya di kawasan timur Indonesia. Karena itu, dia meminta bimbingan, arahan, dukungan, dan nasihat dari para Raja dalam menjalankan tugasnya.

"Saya memohon bimbingan, arahan, dukungan, serta nasihat dari para Raja dan Jou dalam pelaksanaan tugas," ujarnya. Dia juga meminta para Raja tidak segan memberikan masukan apabila terdapat hal-hal dalam pelaksanaan tugas kepolisian yang perlu diperbaiki.

Menurut Ricky, dukungan para Raja dan seluruh elemen masyarakat sangat penting dalam membantu kepolisian menjaga situasi kamtibmas. Dia juga menyampaikan keinginannya untuk lebih mengenal kondisi masyarakat, adat istiadat, karakteristik wilayah, serta berbagai persoalan yang berkembang di Kabupaten Seram Bagian Timur.

"Apabila ada permasalahan yang terjadi di wilayah negeri, saya berharap dapat segera dikoordinasikan dengan pihak kepolisian agar bisa kita komunikasikan dan carikan solusi secara bersama-sama," katanya.

Ketua Majelis Latupati Kabupaten Seram Bagian Timur yang juga Raja Negeri Kian Darat, Abdul Razak Weul Artafela, menyampaikan apresiasi atas pertemuan tersebut. Menurut Abdul Razak, pertemua tersebut menjadi kehormatan bagi Majelis Latupati. Ia berharap komunikasi yang telah terjalin dapat terus ditingkatkan.

"Pertemuan ini merupakan suatu kehormatan bagi kami para Raja. Kami berharap silaturahmi dan komunikasi yang telah terjalin dapat terus ditingkatkan," ujar Abdul Razak. Dia menyebut Kabupaten Seram Bagian Timur memiliki 49 negeri adat dan 149 negeri administratif.

Abdul Razak juga menegaskan kesiapan para Raja yang tergabung dalam Majelis Latupati untuk bekerja sama dan bersinergi dengan kepolisian, terutama dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

"Para Raja yang tergabung dalam Latupati siap bekerja sama dan bersinergi dengan pihak kepolisian, khususnya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat," katanya.

Sementara itu, Raja Negeri Gah Abdul Latif Lausiri menyatakan para Raja di Kabupaten Seram Bagian Timur siap mendukung kegiatan Polres SBT maupun Pemerintah Daerah.

Ia mengatakan kerja sama tersebut tidak hanya berkaitan dengan urusan adat, tetapi juga berbagai persoalan di luar urusan adat, terutama yang berkaitan dengan keamanan dan ketertiban masyarakat.

"Para Raja siap membantu dan bekerja sama dengan pihak kepolisian, baik dalam urusan adat maupun di luar urusan adat, khususnya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat," kata Abdul Latif.

Dia juga berharap koordinasi antara para Raja, kepolisian, dan Pemerintah Daerah terus ditingkatkan agar persoalan di tengah masyarakat dapat diselesaikan secara bersama-sama.

Abdul Latif turut berharap Kapolres SBT dapat mengunjungi masing-masing wilayah atau negeri untuk bersilaturahmi dan mengenal lebih dekat kondisi masyarakat serta adat istiadat setempat.

Sementara Raja Negeri Uta Hasim Warat juga menyampaikan aspirasi masyarakat terkait peningkatan pelayanan kepolisian di wilayah Kesui. Hasim meminta Kapolres SBT mempertimbangkan peningkatan status Kapolsubsektor di wilayah Kesui menjadi Polsek.

Aspirasi tersebut disampaikan dengan mempertimbangkan jarak dan kondisi akses dari wilayah Wakate menuju Gorom yang dinilai cukup jauh. Menurutnya, keberadaan Polsek di wilayah Kesui dapat membantu meningkatkan sekaligus mempermudah pelayanan kepolisian kepada masyarakat.

"Keberadaan Polsek di wilayah Kesui diharapkan dapat meningkatkan dan mempermudah pelayanan kepolisian kepada masyarakat," ujar Hasim.

Dia juga menyampaikan bahwa keberadaan Polsek di wilayah tersebut diharapkan dapat mempercepat penanganan berbagai persoalan yang membutuhkan kehadiran polisi.

Aspirasi itu diharapkan menjadi perhatian dan bahan pertimbangan Kapolres SBT untuk selanjutnya dikoordinasikan sesuai dengan ketentuan dan kebutuhan organisasi Polri.

Pertemuan tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat utama Polres SBT diantaranya Kabag Log Kompol Johanis Werluka, Kasat Intelkam Iptu Mothahar Solissa, Kasat Binmas Iptu Yohanes Samuel Tehusala­way.

Sementara sejumlah raja yang turut hadir yakni Raja Negeri Kian Darat Abdul Razak Weul Artafela, Raja Negeri Gah Abdul Latif Lausiri, Raja Negeri Ondor H. Amir Faisal Kelilauw, Raja Negeri Amarwatu Sinda Rumakway, dan Raja Negeri Uta Hasim Warat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....