Pemkab SBT Siagakan Relawan Kebakaran di 10 Desa, Antisipasi Dampak Kemarau

  • 25 Jun 2026 14:47 WIB
  •  Bula

RRI.CO.ID, Bula – Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Maluku, melalui Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan membentuk relawan kebakaran di desa sebagai langkah antisipasi menghadapi musim kemarau yang berpotensi meningkatkan risiko kebakaran.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten SBT, Hadi Rumbalifar, mengatakan pihaknya tetap siaga selama 24 jam untuk menangani kejadian kebakaran maupun bencana yang membutuhkan penanganan cepat.

“Prinsipnya, pemadam kebakaran siap 24 jam ketika terjadi bencana,” kata Hadi saat menjadi narasumber dalam dialog interaktif di Studio RRI Bula, Kamis, 25 Juni 2026.

Menurut Hadi, musim kemarau menjadi tantangan yang harus diwaspadai karena berpotensi menyebabkan kekeringan dan memicu terjadinya kebakaran di sejumlah wilayah.

Untuk mempercepat penanganan awal saat terjadi kebakaran, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan telah membentuk relawan di kurang lebih 10 desa yang dinilai memiliki risiko tinggi terhadap kebakaran selama musim kemarau.

Ia menjelaskan, keberadaan relawan di desa-desa tersebut diharapkan dapat membantu melakukan tindakan awal sebelum petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi kejadian, terutama di wilayah yang sulit dijangkau armada dalam waktu singkat.

“Kami membentuk relawan di desa-desa untuk mengantisipasi jangan sampai ada kebakaran di wilayah yang belum sempat dijangkau petugas pemadam dalam waktu yang ditentukan,” ujar Hadi.

Selain membentuk relawan, pihaknya juga terus mengintensifkan edukasi kepada masyarakat terkait pencegahan kebakaran. Salah satu upaya yang dilakukan adalah membagikan brosur berisi informasi mengenai langkah-langkah pencegahan kebakaran.

Brosur tersebut akan disebarkan di berbagai ruang publik sebagai pengingat bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi kebakaran yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

Hadi menuturkan, sebagian besar kasus kebakaran yang terjadi masih dipicu oleh faktor kelalaian, baik dalam penggunaan peralatan elektronik maupun kurangnya pengawasan terhadap anak-anak yang bermain dengan api.

“Kami terus mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati karena kebakaran sering terjadi akibat kelalaian,” katanya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....