Kemarau Panjang Melanda SBT, Rencana Antisipasi Kekeringan & Karhutla Disiapkan
- 25 Jun 2026 15:30 WIB
- Bula
RRI.CO.ID, Bula – Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Maluku, mulai menyiapkan berbagai langkah antisipasi menghadapi potensi bencana kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) akibat kemarau panjang yang mulai melanda wilayah tersebut.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten SBT, M. Bahrum Weulartafela, mengatakan kemarau panjang yang terjadi saat ini merupakan bagian dari fenomena bencana hidrometeorologi kering yang diperkirakan berlangsung selama sekitar empat bulan ke depan.
“Kemarau panjang ini adalah fenomena alam dalam bencana hidrometeorologi kering yang diperkirakan berlangsung sekitar empat bulan ke depan,” kata Bahrum saat menjadi narasumber dialog interaktif di studio RRI Bula, Kamis, 25 Juni 2026.
Menurut dia, Pemerintah Kabupaten SBT bersama sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait telah menggelar rapat koordinasi yang dipimpin Asisten II Sekretariat Daerah untuk membahas langkah-langkah mitigasi dampak musim kemarau.
Sebagai tindak lanjut, BPBD telah menerjunkan Tim Reaksi Cepat (TRC) ke sejumlah wilayah yang dilaporkan mengalami kekeringan. Tim tersebut bertugas melakukan pendataan guna mengetahui jumlah titik terdampak sekaligus menentukan langkah penanganan yang diperlukan.
“Kami sudah menurunkan tim ke lokasi-lokasi yang dilaporkan mengalami kekeringan untuk menghimpun data dan menentukan distribusi bantuan maupun kegiatan yang perlu dilakukan,” ujarnya.
Selain itu, BPBD kata Bahrum juga berencana melakukan pemantauan ke beberapa wilayah seperti Bula Barat dan Bula Timur untuk memastikan kondisi ketersediaan air bersih bagi masyarakat.
Bahrum mengakui bahwa kekeringan hampir terjadi setiap tahun di Kabupaten SBT. Karena itu, Ia berharap upaya yang dilakukan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) serta instansi terkait lainnya dapat menjadi solusi jangka panjang dalam mengatasi persoalan krisis air bersih.
Di sisi lain, BPBD juga meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang biasanya meningkat selama musim kemarau. Seluruh personel telah disiagakan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya kebakaran.
“Kami bersama Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan sudah melakukan berbagai langkah antisipasi. Seluruh personel saat ini dalam kondisi siaga,” kata Bahrum.
Untuk memperkuat penanganan bencana, pemerintah daerah juga akan membentuk satuan tugas (satgas) lintas sektor yang melibatkan berbagai instansi terkait. Satgas tersebut nantinya akan ditetapkan melalui surat keputusan bupati.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten SBT, Hadi Rumbalifar, dalam kesempatan yang sama memastikan pihaknya siap siaga selama 24 jam menghadapi potensi kebakaran selama musim kemarau.
“Prinsipnya, pemadam kebakaran siap 24 jam ketika terjadi bencana, khususnya kebakaran,” kata Hadi turut menjadi narasumber di acara dialog interaktif tersebut.
Ia menjelaskan, beberapa bulan lalu pihaknya juga telah membentuk relawan kebakaran di 10 desa sebagai upaya mempercepat penanganan apabila terjadi kebakaran di wilayah yang sulit dijangkau armada pemadam.
Menurut Hadi, keberadaan relawan sangat penting untuk memberikan respons awal sembari menunggu petugas pemadam tiba di lokasi kejadian.
Selain membentuk relawan, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan juga terus melakukan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya kebakaran melalui penyebaran brosur dan kegiatan sosialisasi.
“Kami sudah menyampaikan informasi kepada masyarakat melalui brosur. Dalam waktu dekat kami juga akan membagikan brosur di jalan untuk mengingatkan masyarakat tentang bahaya kebakaran,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten SBT berharap berbagai langkah mitigasi yang telah dilakukan dapat meminimalkan dampak kekeringan serta mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau tahun ini.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....