BPBD SBT: Rumah Rusak akibat Gelombang Tinggi di Desa Aruan Gaur 2 Unit

  • 15 Jun 2026 19:22 WIB
  •  Bula

RRI.CO.ID, Bula– Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Maluku melaporkan sebanyak dua rumah warga di Desa Administratif Aruan Gaur, Kecamatan Siritaun Wida Timur, mengalami kerusakan akibat gelombang tinggi yang menerjang kawasan pesisir.

Kepala BPBD SBT M. Bahrum Weulartafela mengatakan, pihaknya telah meninjau langsung lokasi terdampak pada Senin,15 Juni 2026 untuk melihat kondisi warga sekaligus melakukan pendataan kerusakan.

"Kondisi di Negeri Administratif Aruan, Kecamatan Siritaun Wida Timur, terjadi gelombang pasang yang mengakibatkan dua rumah mengalami kerusakan," kata Weulartafela.

Menurut dia, peninjauan dilakukan sebagai bagian dari upaya identifikasi dampak bencana yang terjadi pada Sabtu, 13 Juni 2026. Selain mendata kerusakan, BPBD juga mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih dapat terjadi sewaktu-waktu.

"Hari ini saya turun langsung ke lokasi kejadian untuk melakukan pendataan dan memberikan peringatan kepada masyarakat yang mengalami kejadian bencana agar tetap waspada terhadap kondisi alam saat ini," ujarnya.

Dalam dialog dengan warga setempat, masyarakat menyampaikan harapan agar Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Timur membangun talud penahan ombak di sepanjang pesisir Desa Aruan Gaur.

Menurut warga, keberadaan talud dinilai penting untuk mengurangi risiko kerusakan akibat gelombang pasang yang kerap terjadi setiap tahun.

"Masyarakat meminta penanganan berupa pembangunan talud penahan ombak untuk meminimalisir kejadian bencana apabila sewaktu-waktu terjadi lagi," kata Weulartafela.

Ia menambahkan, BPBD akan menyusun laporan resmi hasil peninjauan sebagai dasar tindak lanjut penanganan bencana oleh pemerintah daerah.

"BPBD selesai meninjau lokasi kejadian akan membuat laporan kejadian bencana untuk dapat ditindaklanjuti," ujarnya.

Sementara itu, salah satu warga terdampak Ahmad Safua sebelumnya melaporkan bahwa gelombang tinggi yang terjadi tahun ini lebih besar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

"Ombak seperti ini memang sering terjadi setiap tahun, tetapi kali ini gelombangnya jauh lebih besar. Bagian belakang rumah kami rusak parah karena terus dihantam ombak. Kami sangat khawatir jika kondisi ini terus berlanjut," kata Ahmad.

Menurut Ahmad, gelombang tinggi mulai terjadi sejak Mei 2026 dan semakin meningkat pada Juni hingga menyebabkan kerusakan pada sejumlah rumah di kawasan pesisir.

Ia menjelaskan, tanggul penahan ombak yang sebelumnya dibangun pemerintah telah rusak dan roboh akibat terjangan ombak yang berlangsung terus-menerus.

Kondisi tersebut membuat permukiman warga semakin rentan terhadap ancaman abrasi dan gelombang laut. Untuk mengurangi dampak gelombang, warga saat ini melakukan penanganan darurat secara swadaya dengan memanfaatkan batang pohon kelapa sebagai penahan ombak sementara.

"Untuk sementara kami menggunakan batang pohon kelapa sebagai penahan ombak darurat. Namun cara ini tentu tidak cukup kuat untuk menghadapi gelombang yang terus datang setiap hari. Kami sangat berharap pemerintah daerah dapat segera membantu membangun kembali tanggul penahan ombak agar kerusakan tidak semakin meluas," ujarnya.

Berdasarkan pendataan warga sebelumnya, sedikitnya tiga rumah mengalami kerusakan cukup serius akibat gelombang tinggi. Selain itu, sejumlah rumah lainnya juga terancam jika kondisi cuaca ekstrem terus berlangsung dalam beberapa bulan ke depan.

Warga berharap pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi dan instansi terkait segera mengambil langkah konkret untuk menangani abrasi dan gelombang tinggi yang mengancam kawasan permukiman pesisir Aruan Gaur.

Pembangunan kembali tanggul penahan ombak dinilai menjadi kebutuhan mendesak untuk melindungi rumah-rumah warga dari ancaman kerusakan yang lebih besar.

Selain itu, masyarakat juga berharap adanya bantuan bagi keluarga yang rumahnya terdampak bencana.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....