Viral Video Pemukulan Terduga Penculik Anak di SBT, Ternyata Hanya Salah Paham
- 16 Mei 2026 20:19 WIB
- Bula
RRI.CO.ID, Bula- Video dugaan pemukulan terhadap seorang pria yang dituduh sebagai penculik anak di Desa Persiapan Kelurat, Kecamatan Pulau Gorom, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Maluku, viral di media sosial. Insiden tersebut terjadi pada Sabtu siang, 16 Mei 2026 dan terekam dalam video berdurasi 2 menit 36 detik yang diunggah akun Facebook bernama Assyifa Alis.
Video itu memicu beragam komentar dari warganet setelah narasi yang beredar menyebut pria tersebut diduga sebagai penculik anak. Namun, Bendahara Desa Persiapan Kelurat, Arsani Rumbouw, membantah informasi tersebut. Ia menegaskan kejadian itu hanya dipicu kesalahpahaman warga terhadap pendatang baru di kampung mereka.
“Itu cuma salah paham saja sebenarnya, tadi sudah diatur selesai di desa,” kata Arsani saat dikonfirmasi RRI.CO.ID, Sabtu malam, 16 Mei 2026. Menurutnya, warga terutama anak-anak merasa takut saat melihat orang asing masuk ke desa. Situasi itu kemudian memicu kepanikan hingga massa bertindak spontan.
Arsani memastikan pria yang menjadi korban pemukulan bukan pelaku penculikan anak seperti informasi yang terlanjur tersebar di media sosial.
“Anak-anak kampung ini rata-rata kalau lihat orang luar takut-takut begitu. Makanya tadi katong (kita) duduk dengan dua belah pihak semua termasuk dengan katong punya ponakan yang sempat dapat tarik dari antua (beliau). Jadi dia bukan penculik anak kecil seperti yang diposting di Facebook. Cuma karena tadi massa jadi terjadi itu,” tegasnya.
Ia juga menyayangkan penyebaran informasi yang belum dipastikan kebenarannya sehingga memicu keresahan warga.
Berdasarkan informasi yang diperoleh pemerintah desa, Arsani menyebut pria tersebut diketahui merupakan pendatang yang datang bersama beberapa rekannya untuk bekerja di wilayah tersebut.
“Mas ini baru datang di kampung. Informasi yang katong temukan, dong ada sekitar tujuh orang. Dorang datang untuk beli emas patah-patah, ada juga yang servis HP, masing-masing dengan profesinya,” jelas Arsani.
Meski sempat diamankan warga, situasi di Desa Persiapan Kelurat kini disebut telah kondusif. Pemerintah desa bersama tokoh masyarakat juga telah memediasi kedua belah pihak.
“Alhamdulillah masalah sudah diselesaikan, keadaan di kampung juga sudah aman. Tadi setelah diamankan di rumah bapak dusun, langsung dikasih makan, dikasih obat juga. Dia sudah dibawa ke Kataloka, menurut informasi kemungkinan dia sementara tinggal di sana, "tuturnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....