Sejumlah Pohon Besar di SMA Negeri 1 SBT Mati, Ada Apa
- 13 Mei 2026 13:47 WIB
- Bula
RRI.CO.ID, Bula - Kepala SMA Negeri 1 Seram Bagian Timur (SBT), Muhamad Rumodar, menjelaskan penyebab sejumlah pohon besar di halaman sekolah tersebut mati mendadak. Menurutnya, pohon-pohon itu sengaja dimatikan karena dinilai membahayakan keselamatan siswa maupun warga yang melintas di depan sekolah.
Rumodar mengatakan, langkah itu dilakukan dengan cara mengelupas kulit kayu secara melingkar di batang pohon atau girdling. Upaya tersebut diambil karena kondisi pohon yang sudah tua dan posisinya dinilai rawan tumbang ke arah jalan raya.
“Karena pohon besar ini, dia tidak lagi mengarah ke dalam sekolah, dia mengarahnya ke luar, ke jalan. Tentunya nanti akan berdampak. Kita sama seperti sekolah lain, di SMK dan SMP juga sudah ambil langkah itu untuk kasih mati pohon,” kata Muhamad Rumodar kepada wartawan, Rabu, 13 Mei 2026.
Ia menyebut, langkah serupa juga telah dilakukan sejumlah sekolah lain di Kabupaten Seram Bagian Timur, seperti SMP Negeri 6 Seram Bagian Timur dan SMK Negeri 1 Seram Bagian Timur, sebagai bentuk antisipasi terhadap potensi bahaya pohon besar di lingkungan sekolah.
Meski demikian, pihak sekolah memastikan tidak asal menebang pohon tanpa memperhatikan dampak lingkungan. Sebagai pengganti, sekolah telah menanam pohon pelindung baru yang dinilai lebih cocok berada di kawasan perkotaan.
“Tidak mematikan begitu saja, tapi ada pohon pengganti. Kita bikin pohon lindung lagi yang memang layak untuk dilakukan di dalam kota,” ujarnya. Menurut Rumodar, pohon dengan ukuran terlalu besar memang perlu diantisipasi sejak dini agar tidak menimbulkan risiko di kemudian hari.
Ia menegaskan, persoalan tersebut bukan hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi juga pemerintah daerah dan instansi terkait karena berkaitan dengan keselamatan masyarakat dan lingkungan hidup. “Ini bagian dari tanggung jawab bersama, bukan hanya agenda sekolah saja. Ini juga tanggung jawab pemerintah daerah karena menyangkut lingkungan hidup,” katanya.
Pihak sekolah, lanjut Rumodar, juga telah berkoordinasi dengan petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) terkait rencana pemangkasan pohon. Proses pemotongan direncanakan dilakukan secara bertahap saat masa libur sekolah agar tidak mengganggu aktivitas belajar mengajar.
“Kita sudah komunikasi dengan Damkar. Rencana antisipasi mungkin saat libur, mereka manfaatkan waktu untuk potong sebagian-sebagian,” ujarnya.
Ia menambahkan, sekolah siap membantu kebutuhan konsumsi petugas selama proses penanganan berlangsung. Namun, Ia berharap semua pihak ikut bertanggung jawab terhadap persoalan tersebut.
“Kita sama-sama pegang tanggung jawabnya, karena ini bukan hanya di sekolah saja,” katanya sembari mengaku pihak sekolah sebelumnya telah melaporkan kondisi pohon tersebut agar segera ditindaklanjuti. Namun hingga kini belum ada langkah konkret dari pihak terkait.
Ia menegaskan, keputusan mematikan pohon dilakukan semata-mata demi keselamatan siswa dan masyarakat sekitar sekolah. “Kita sudah pernah melaporkan untuk pohon ini dipotong, tapi tidak ada langkah selanjutnya. Langkah ini bagian dari penyelamatan dan keselamatan siswa, juga orang yang melintas di jalan,” tuturnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....