Dikbudpora SBT: Program Revitalisasi Sarat Berbagai Kepentingan

  • 05 Nov 2025 19:47 WIB
  •  Bula

KBRN, Bula: Kepala Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikbudpora) Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Afiudin Rumakway, mengakui adanya dinamika dan kepentingan yang memengaruhi pelaksanaan program revitalisasi satuan pendidikan di daerah ini.

Pernyataan itu disampaikan Afiudin dalam rapat kerja bersama Komisi III DPRD SBT, Rabu (5/11/2025). Ia menegaskan, meski sempat muncul riak-riak kecil terkait pergantian kepala satuan pendidikan, pelaksanaan program revitalisasi tetap berjalan sesuai arahan pemerintah pusat.

“Program revitalisasi ini luar biasa diguncang dengan berbagai kepentingan. Tapi terakhir, dana revitalisasi yang digelontorkan oleh pemerintah pusat melalui Kemendikdasmen menyentuh kurang lebih 24 satuan pendidikan,” kata Afiudin di hadapan anggota dewan.

Menurutnya, bantuan tersebut mencakup 2 lembaga TK/PAUD, 11 sekolah dasar, dan 11 sekolah menengah pertama, dengan total nilai dana mencapai Rp29 miliar lebih.

“Angka ini cukup besar untuk Kabupaten SBT di tahun 2025. Namun semangat kita sebenarnya harus menembus angka Rp50 miliar,” lanjutnya.

Afiudin mengakui, sejumlah persoalan internal membuat pihaknya belum maksimal dalam menyerap dan menuntaskan seluruh program revitalisasi. Ia menegaskan, prioritas saat ini adalah menyelesaikan proyek yang sudah berjalan agar tidak gagal di tengah jalan.

“Kita ambil banyak tapi gagal menyelesaikan, akhirnya malah capek sendiri. Jadi lebih baik selesaikan yang ada dulu. Kalau kita sukses hari ini, besok bisa lebih mudah mendapatkan dana yang lebih besar lagi,” ujarnya.

Meski sempat “diguncang”, Afiudin memastikan hingga kini pelaksanaan program revitalisasi pendidikan di SBT tetap berada pada jalur yang baik.

“Alhamdulillah, sampai detik ini semua berjalan dengan baik tanpa kepentingan politik. Kami berharap seluruh kegiatan dapat diselesaikan sesuai harapan bersama,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD SBT, Ismail Rumbalifar, menyampaikan bahwa pihaknya akan terus mendorong pembenahan di sektor pendidikan agar pelaksanaan program revitalisasi berjalan optimal.

“Untuk Dinas Pendidikan, pelan-pelan kita perbaiki. Permasalahan yang disoroti soal program revitalisasi harus jadi pembelajaran agar tahun depan anggarannya bisa bertambah,” kata Ismail.

Rapat kerja tersebut menjadi ajang evaluasi bersama DPRD dan Dinas Pendidikan untuk memastikan dana revitalisasi benar-benar terserap efektif demi peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Seram Bagian Timur.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....