Pembangunan 22 Kampung Nelayan Merah Putih di SBT Mulai Oktober 2026
- 28 Sep 2026 21:58 WIB
- Bula
RRI.CO.ID, Bula - Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Maluku, memasuki tahap pelaksanaan fisik. Dari rencana awal 14 titik, jumlah lokasi pembangunan bertambah menjadi 22 titik.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perikanan SBT, Surahman, mengatakan pekerjaan fisik ditargetkan mulai dilakukan pada Oktober 2026. Pihak pelaksana yang ditunjuk Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) juga telah berada di SBT.
"Yang jelas dipastikan dalam bulan ini, Oktober, sudah ada pekerjaan fisik. Informasi awal 14 titik, kemudian hasil komunikasi intens kami bertambah menjadi 22 titik," kata Surahman saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Senin, 28 September 2026.
Dalam beberapa hari terakhir, Pemda SBT melalui dinas teknis mendampingi pihak pelaksana dan vendor untuk memastikan kesiapan lokasi serta proses penyerahan lahan.
Pembangunan 22 KNMP tersebut tersebar di sejumlah kecamatan, di antaranya Bula, Bula Barat, Kian Darat, Siritaun Wida Timur, Geser, Pulau Gorom, Kesuy, hingga Werinama.
Seluruh pekerjaan ditargetkan rampung paling lambat 27 Desember 2026 sesuai masa kontrak yang diterima Dinas Perikanan SBT.
Dari 22 lokasi tersebut, terdapat dua lokasi yang akan menjadi hub utama. Fasilitas yang dibangun meliputi tambatan perahu, tempat pendaratan ikan, cold storage berkapasitas sekitar 10 ton, pabrik es, balai nelayan, dan gedung pengelola.
"Kita juga berharap fasilitas pengisian bahan bakar untuk nelayan dapat dikembangkan di kawasan tersebut," ujarnya.
Surahman mengatakan pembangunan KNMP tidak hanya berorientasi pada pembangunan infrastruktur. Program tersebut diharapkan dapat membentuk ekosistem usaha di kawasan pesisir sehingga aktivitas ekonomi nelayan ikut berkembang.
"Setelah pembangunan selesai, akan ada pembinaan, pelatihan, serta bantuan alat tangkap melalui kelembagaan yang disiapkan," katanya.
Surahman menuturkan salah satu persoalan yang selama ini dihadapi nelayan adalah keterbatasan es untuk menjaga kualitas hasil tangkapan. Karena itu, keberadaan pabrik es dinilai penting agar ikan dapat segera ditangani setelah ditangkap.
Menurutnya, penanganan tersebut diperlukan agar kualitas ikan tetap terjaga hingga masuk ke pasar. "Pasar sekarang bukan hanya berbicara jumlah ikan, tetapi kualitas ikan juga harus diperhatikan. Di pasar nasional, antardaerah maupun internasional, kualitas ikan menjadi salah satu penentu," jelasnya.
Surahman berharap pembangunan 22 KNMP tidak berhenti pada penyediaan infrastruktur. Pemda juga mendorong kesiapan sumber daya manusia dan peningkatan kapasitas nelayan. Dengan demikian, potensi kelautan SBT diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....