Dampak Kemarau, Warga Wunin Eldedora SBT Antre Air Sehari Semalam, Cengkih-Pala Mati

  • 22 Sep 2026 16:08 WIB
  •  Bula

RRI.CO.ID, Bula- Musim kemarau berkepanjangan melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Maluku. Kondisi ini menyebabkan warga Negeri Administratif Wunin Eldedora, Kecamatan Kesui Watubela, mengalami krisis air bersih. Warga bahkan harus mengantre berjam-jam untuk mendapatkan air. Sebagian warga mengantre sejak pagi hingga malam, bahkan ada yang baru mendapatkan air pada pagi hari berikutnya.

Ketua Kader Desa Negeri Administratif Wunin Eldedora, Maria Jamburmase, mengatakan sumber air di sekitar permukiman warga mulai mengering setelah hujan tidak turun selama berbulan-bulan. "Kondisinya sangat memprihatinkan. Warga harus antre dari pagi, terus sampai malam, bahkan ada yang antre sampai pagi baru mendapatkan air," kata Maria kepada RRI.CO.ID, Selasa, 22 September 2026.

Menurutnya, warga yang tidak mendapatkan air dari sumur di kampung terpaksa mencari sumber air lain. Mereka harus berjalan sekitar 2-3 kilometer menuju kawasan gunung untuk mengambil air dari mata air yang masih mengalir.

Sementara itu, sebagian warga masih mengandalkan sumur yang berada di dalam kampung. Namun, debit air sumur tersebut kini terus berkurang. "Kondisinya sangat sulit. Tidak cukup hanya mengantre, banyak warga juga terpaksa berjalan jauh hingga dua sampai tiga kilometer untuk mengambil air di mata air yang masih mengalir," ujarnya.

Kekeringan yang berkepanjangan tidak hanya berdampak pada kebutuhan air bersih. Tanaman perkebunan yang menjadi sumber penghidupan warga juga mulai terdampak. Tanaman umur panjang seperti pala dan cengkeh dilaporkan mulai layu, mengering, bahkan sebagian telah mati akibat kekurangan air.

"Bukan hanya air yang susah, tanaman kami juga mulai mati. Pohon pala dan cengkeh yang sudah lama kami pelihara kini mulai mengering dan mati karena tanahnya kering kerontang," ujar Maria.

Dia mengatakan kondisi tersebut berpotensi merugikan masyarakat karena pala dan cengkeh merupakan salah satu sumber penghasilan warga. "Kami sangat berharap pemerintah daerah dapat segera turun melihat kondisi masyarakat dan memberikan bantuan air bersih," katanya.

Krisis air bersih akibat kemarau berkepanjangan juga dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah lain di Kabupaten SBT. Sejumlah desa mengalami kesulitan mendapatkan air bersih setelah sumur-sumur warga yang selama ini menjadi sumber kebutuhan sehari-hari mengalami penurunan debit hingga mengering.

Kondisi kekeringan tersebut telah berlangsung selama beberapa bulan sejak musim kemarau melanda wilayah SBT. Warga berharap pemerintah daerah segera memberikan bantuan air bersih sekaligus menyiapkan solusi jangka panjang untuk mengatasi persoalan kekeringan.

Masyarakat juga berharap hujan segera turun agar sumber air kembali terisi dan tanaman pala serta cengkeh yang masih bertahan dapat diselamatkan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....