Skenario Pemkab SBT Jaga Produksi Pertanian di tengah Musim Kemarau

  • 17 Sep 2026 11:34 WIB
  •  Bula

RRI.CO.ID, Bula - Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Maluku, menyiapkan sejumlah langkah untuk menjaga produktivitas pertanian di tengah musim kemarau dan ancaman El Nino yang memicu kekeringan.

Salah satunya dengan memaksimalkan sumber air yang masih tersedia. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian Kabupaten SBT, Sofyan Waraiya, mengatakan lahan pertanian yang masih memiliki sumber air memadai akan didorong untuk meningkatkan volume tanam.

Langkah itu diharapkan dapat menjaga produksi pangan sekaligus mengimbangi penurunan produksi di wilayah yang terdampak kekeringan.

"Skenario kita adalah kita sedang memaksimalkan potensi-potensi sumber air yang sementara masih ada. Itu kita dorong, kita maksimalkan dengan menanam dan meningkatkan volume tanam pada areal-areal yang memang tidak terdampak kekeringan," kata Sofyan kepada RRI, Kamis,17 September 2026.

Menurut Sofyan, strategi tersebut dilakukan agar wilayah yang masih memiliki ketersediaan air dapat menopang produksi pertanian di tengah kondisi kekeringan.

"Saling mengisi antara yang sudah terdampak kini, yang produktivitasnya terdampak, kira-kira seperti itu," ujarnya.

Sofyan menyebut Pemkab SBT saat ini tengah mengerjakan pembangunan 35 unit irigasi perpompaan bantuan dari Kementerian Pertanian yang tersebar di tiga Kecamatan yakni Bula Barat, Bula dan Teluk Waru. Program tersebut akan dilanjutkan pada tahap kedua dengan pembangunan sekitar 50 unit irigasi perpompaan.

"Tahap pertama kita sekarang bekerja itu 35 irigasi perpompaan. Sebentar lagi menyusul di tahap kedua kurang lebih 50 irigasi perpompaan yang sekarang dalam proses administrasi untuk dikirim ke Kementerian Pertanian," jelasnya.

Dia berharap pembangunan irigasi perpompaan tahap kedua dapat direalisasikan dalam dua pekan ke depan.

Setelah pembangunan selesai, petani akan didorong memanfaatkan sumber air tersebut untuk meningkatkan volume tanam, khususnya tanaman pangan dan hortikultura.

"Ketika pekerjaan telah selesai, maka setiap petani harus memanfaatkan sumber air ini untuk meningkatkan volume tanamnya, terutama tanaman pangan dan hortikultura sehingga bisa meminimalisir dampak daripada inflasi, khususnya tanaman pangan dan hortikultura di Kabupaten Seram Bagian Timur," katanya.

Sofyan mengatakan pembangunan irigasi perpompaan akan diarahkan ke sejumlah kecamatan yang memiliki potensi lahan pertanian dan sumber air yang masih menjanjikan.

Petani yang lahannya masih memiliki ketersediaan air akan didampingi untuk tetap melakukan penanaman. Sebaliknya, lahan yang sumber airnya sudah tidak mencukupi akan mengalami penundaan jadwal tanam.

"Yang bisa ditanam, yang kita dampingi adalah yang sumber airnya masih menjanjikan. Kalau yang tidak bisa lagi maka kita menunda jadwal tanamnya," tuturnya.

Menurut Sofyan, penyebaran irigasi perpompaan menjadi salah satu strategi untuk menjaga produksi pertanian di tengah kondisi kekeringan.

"Makanya penyebaran dari irigasi perpompaan ini betul-betul akan menyebar di beberapa kecamatan yang memang potensi lahannya menjanjikan untuk pengembangan pertanian. Sehingga bisa mengimbangi produksi kita di posisi kekeringan ini," tambahnya.

Sementara itu, dampak kekeringan terhadap sejumlah tanaman sayuran yang memiliki masa tanam relatif pendek dinilai masih dapat diatasi dengan ketersediaan air yang ada saat ini.

"Kalau saya melihat masih bisa diatasi untuk sayur-sayuran yang umurnya misalnya kisaran satu hingga tiga bulan, bisa kita atasi dengan ketersediaan air yang ada saat ini," pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....