Pemkah SBT Bikin Program Ganti Tanaman Warga yang Mati Terdampak El Nino
- 16 Sep 2026 10:18 WIB
- Bula
RRI.CO.ID, Bula - Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Maluku, menyiapkan program penggantian tanaman pertanian, perkebunan, dan hortikultura yang mati akibat kekeringan dan kebakaran. Pendataan tanaman terdampak kini dilakukan di sejumlah wilayah.
Plt Kepala Dinas Pertanian Kabupaten SBT Sofyan Waraiya mengatakan pendataan dilakukan atas instruksi Bupati SBT Fachri Husni Alkatiri. Data tersebut nantinya menjadi dasar pemerintah menentukan jenis tanaman yang akan diganti.
"Sesuai dengan instruksi Pak Bupati kepada kami untuk kemudian melakukan pendataan terkait dengan komoditas pangan, perkebunan maupun hortikultura yang mengalami dampak kekeringan maupun kebakaran," kata Sofyan kepada wartawan di Bula, Rabu, 16 September 2026.
Sofyan mengatakan pendataan telah selesai dilakukan di Kecamatan Bula Barat. Sementara pendataan di Kecamatan Bula dan Teluk Waru masih berlangsung.
"Tim kami telah melakukan identifikasi langsung ke lapangan yang sedang sementara berjalan. Tapi yang sudah selesai adalah di Kecamatan Bula Barat, kemudian Kecamatan Bula dan Teluk Waru baru sebagian," ujarnya.
Dia menjelaskan pemerintah akan memilah data berdasarkan jenis komoditas yang mengalami kerusakan. Hal itu dilakukan agar bantuan penggantian tanaman dapat disesuaikan dengan kebutuhan kelompok tani terdampak.
"Data ini kita rampung sehingga nanti menjadi referensi untuk kita bisa memilah-milah kebutuhan daripada kelompok itu sendiri. Apakah ini kebutuhannya tanaman perkebunan atau kebutuhannya tanaman pangan atau hortikultura," jelasnya.
Setelah pendataan selesai, Dinas Pertanian akan memasukkan kebutuhan tersebut ke dalam program penggantian tanaman yang mati akibat kekeringan dan kebakaran.
"Kita akan pilah-pilah baru kemudian nanti akan kita masukkan dalam program untuk bisa menggantikan tanaman yang telah mati akibat dampak kekeringan maupun kebakaran," katanya.
Kekeringan akibat kemarau berkepanjangan berdampak pada sektor pertanian dan perkebunan masyarakat di Kabupaten SBT. Sejumlah tanaman perkebunan, termasuk cengkeh dan pala, dilaporkan mati karena kekurangan air.
Kondisi kemarau juga meningkatkan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah. Kecamatan Bula, Bula Barat, dan Teluk Waru menjadi beberapa wilayah yang terdampak kebakaran.
Pemerintah Kabupaten SBT sebelumnya telah membentuk satuan tugas (satgas) untuk menangani dampak kemarau dan El Nino. Pemkab juga menetapkan status tanggap darurat untuk mempercepat penanganan dampak bencana.
Pendataan tanaman yang terdampak menjadi salah satu langkah pemerintah untuk menghitung kebutuhan masyarakat sekaligus menyiapkan program penggantian tanaman yang mati.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....