Tanaman Pertanian-Perkebunan Terdampak El Nino Didata Pemkab SBT
- 16 Sep 2026 10:24 WIB
- Bula
RRI.CO.ID,Bula - Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) melalui Dinas Pertanian melakukan pendataan komoditas pertanian, perkebunan, dan hortikultura yang terdampak El Nino dan kemarau panjang. Pendataan dilakukan sebagai dasar pemerintah untuk menyiapkan program penggantian tanaman yang mati.
Plt Kepala Dinas Pertanian Kabupaten SBT Sofyan Waraiya mengatakan pendataan dilakukan atas instruksi Bupati SBT Fachri Husni Alkatiri. Tim saat ini masih melakukan identifikasi langsung di sejumlah wilayah.
"Sesuai dengan instruksi Pak Bupati kepada kami untuk kemudian melakukan pendataan terkait dengan komoditas pangan, perkebunan maupun hortikultura yang mengalami dampak kekeringan maupun kebakaran," kata Sofyan kepada wartawan di Bula, Rabu, 16 September 2026.
Sofyan menyebut pendataan telah rampung di Kecamatan Bula Barat. Sementara untuk Kecamatan Bula dan Teluk Waru, proses identifikasi masih dilakukan sebagian.
"Tim kami telah melakukan identifikasi langsung ke lapangan yang sedang sementara berjalan. Tapi yang sudah selesai adalah di Kecamatan Bula Barat, kemudian Kecamatan Bula dan Teluk Waru baru sebagian," ujarnya.
Menurut Sofyan, pendataan akan terus dilakukan hingga menjangkau hampir seluruh kecamatan yang mengalami dampak kekeringan maupun kebakaran. Data tersebut nantinya akan menjadi rujukan pemerintah dalam menentukan kebutuhan masyarakat terdampak.
"Data ini kita rampung sehingga nanti menjadi referensi untuk kita bisa memilah-milah kebutuhan daripada kelompok itu sendiri. Apakah ini kebutuhannya tanaman perkebunan atau kebutuhannya tanaman pangan atau hortikultura," jelasnya.
Hasil pendataan tersebut selanjutnya akan digunakan untuk menyusun program penggantian tanaman yang mati akibat kekeringan maupun kebakaran.
"Kita akan pilah-pilah baru kemudian nanti akan kita masukkan dalam program untuk bisa menggantikan tanaman yang telah mati akibat dampak kekeringan maupun kebakaran," katanya.
Musim kemarau berkepanjangan yang diperparah fenomena El Nino memicu kekeringan di hampir seluruh wilayah Kabupaten SBT. Kondisi tersebut turut berdampak pada ketersediaan air bersih yang kemudian dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah.
Dampak kekeringan juga dirasakan sektor pertanian. Sejumlah komoditas perkebunan milik masyarakat, seperti cengkeh dan pala, dilaporkan mati akibat kondisi kekurangan air.
Kekeringan juga meningkatkan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah SBT. Kecamatan Bula dan Bula Barat dan Teluk Waru menjadi wilayah dengan dampak kebakaran yang cukup luas.
Berdasarkan data Dinas Kehutanan Provinsi Maluku melalui UPTD Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) SBT, luas hutan dan lahan yang terbakar telah mencapai ribuan hektare.
Untuk menangani dampak kemarau dan El Nino, Pemerintah Kabupaten SBT telah membentuk satuan tugas (satgas). Pemerintah daerah juga telah menetapkan status tanggap darurat guna mempercepat penanganan dampak bencana di wilayah tersebut.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....