Ratusan Sumur di Desa Waimatakabo SBT Mengering, Warga Mulai Kesulitan Air Bersih
- 14 Sep 2026 16:44 WIB
- Bula
RRI.CO.ID, Bula - Kekeringan parah melanda Desa Waimatakabo, Kecamatan Bula Barat, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Maluku. Sedikitnya 100 sumur milik warga transmigrasi di desa tersebut dilaporkan mengering akibat dampak musim kemarau berkepanjangan. Kondisi itu membuat masyarakat kesulitan mendapatkan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Warga Desa Waimatakabo, Dwi Ali (43), mengatakan kekeringan kini berdampak langsung terhadap aktivitas masyarakat. Warga kesulitan mendapatkan air untuk kebutuhan rumah tangga, memasak, mencuci, dan keperluan lainnya.
"Sumur-sumur warga sudah banyak yang mengering. Masyarakat sekarang kesulitan mendapatkan air bersih," kata Dwi, Minggu, 13 September 2026.
Menurutnya, warga terpaksa mencari sumber air alternatif yang lokasinya cukup jauh dari permukiman. Kondisi tersebut dinilai semakin menyulitkan masyarakat apabila kekeringan terus berlangsung. Warga berharap Pemkab SBT segera menyalurkan bantuan air bersih secara rutin ke Desa Waimatakabo selama kondisi kekeringan belum berakhir.
Selain bantuan jangka pendek, masyarakat juga meminta pemerintah menyiapkan langkah penanganan jangka panjang. Salah satunya dengan menyediakan sumber air alternatif sehingga persoalan keterbatasan air tidak terus berulang setiap musim kemarau.
Warga juga meminta pemerintah daerah meningkatkan koordinasi antara BPBD, pemadam kebakaran (Damkar), pemerintah kecamatan, dan pemerintah desa untuk memastikan kebutuhan air bersih masyarakat dapat terpenuhi hingga kondisi kembali normal.
Sebelumnya, Juru Bicara Pemkab SBT Ahmad Mony mengatakan hampir seluruh kecamatan di wilayah tersebut terdampak bencana kekeringan dan krisis air bersih. Menurut Ahmad, informasi tersebut berdasarkan laporan dari para camat. Kondisi relatif lebih aman dilaporkan terjadi di Kecamatan Werinama dan Siwalalat.
Sementara itu, Kecamatan Bula Barat menjadi salah satu wilayah yang mengalami kondisi cukup parah. Dampak kekeringan tidak hanya menyebabkan krisis air bersih, tetapi juga memicu kebakaran lahan yang berdampak terhadap aktivitas pertanian warga.
"Di Bula Barat, kebakaran lahan kemarin bahkan berdampak ke aktivitas pertanian. Ada beberapa lahan perkebunan milik petani, sawah, cengkeh, kelapa, pala itu ikut terbakar," kata Ahmad di Kantor Bupati SBT, Minggu, 16 Agustus 2026.
Kebakaran lahan tersebut turut mengancam aktivitas pertanian masyarakat. Di sisi lain, kondisi kekeringan juga menghambat warga untuk memulai kegiatan pertanian karena keterbatasan air.
Pemkab SBT diketahui telah membentuk satuan tugas (satgas) untuk menangani dampak kemarau panjang dan fenomena El Nino yang memicu krisis air bersih serta kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....