Karhutla Nyaris Lahap Gedung SMP di SBT, Warga Padamkan Api dengan Alat Seadanya

  • 06 Sep 2026 15:51 WIB
  •  Bula

RRI.CO.ID, Bula- Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali mengancam fasilitas umum di Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Maluku. Kali ini, kobaran api nyaris merambat ke bangunan SMP Negeri 30 SBT yang berada di Negeri Gah, Kecamatan Tutuktolu.

Raja Negeri Gah, Abdul Latif Lausiry bersama sejumlah warga turun langsung memadamkan api sebelum kebakaran meluas ke area sekolah. Aksi tersebut dilakukan secara gotong royong menggunakan peralatan seadanya. Warga memanfaatkan ranting pohon untuk memukul kobaran api dan bekas kaleng cat untuk mengambil air.

Dalam rekaman video yang beredar, Raja negeri Gah Abdul Latif Lausiry bersama warga tampak berjibaku memadamkan api. Kepulan asap terlihat membumbung dari lokasi kebakaran.

Setelah berupaya memadamkan api secara bersama-sama, warga akhirnya berhasil mengendalikan kebakaran sebelum merambat ke bangunan SMP Negeri 30 SBT.

Salah satu warga, M. Yusuf Lausiry mengatakan langkah cepat warga tersebut merupakan bentuk kesiapsiagaan dalam menindaklanjuti instruksi Bupati SBT agar masyarakat waspada dan cepat tanggap terhadap potensi kebakaran. Peristiwa tersebut menjadi salah satu gambaran ancaman karhutla yang masih terjadi di wilayah SBT.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) SBT melalui Dinas Damkar dan Penyelamatan mencatat telah menangani sebanyak 82 titik kebakaran hutan dan lahan sepanjang 11 Juli hingga 31 Agustus 2026. Puluhan titik kebakaran tersebut tersebar di sejumlah wilayah Kabupaten SBT.

"Terhitung sejak tanggal 11 Juli hingga kemarin, petugas pemadam kebakaran (Damkar) telah berhasil menangani dan memadamkan api pada 82 titik kebakaran yang tersebar di wilayah Kabupaten Seram Bagian Timur," ujar Kepala Dinas Damkar & Penyelamatan SBT Hadi Rumbalifar, Selasa, 1 September 2026.

Menurut Hadi, meskipun puluhan titik kebakaran telah berhasil dipadamkan, kondisi di wilayah SBT masih dalam keadaan darurat karhutla.

Potensi kebakaran juga masih cukup tinggi. Kondisi tersebut membuat kesiapsiagaan masyarakat menjadi penting, terutama ketika api mulai mendekati permukiman maupun fasilitas umum seperti yang terjadi di Kecamatan Tutuktolu.

Di tengah tingginya potensi kebakaran, Dinas Damkar dan Penyelamatan SBT juga membutuhkan tambahan armada mobil pemadam kebakaran. Hadi mengatakan tambahan armada diperlukan untuk mempercepat penanganan apabila kebakaran terjadi di beberapa wilayah secara bersamaan.

"Mengingat kondisi saat ini masih dalam keadaan darurat dan potensi kebakaran masih cukup tinggi, kami memohon agar dapat dilakukan penambahan armada mobil pemadam kebakaran secepatnya," kata Hadi.

"Ketersediaan armada sangat dibutuhkan untuk mempercepat proses penanganan apabila terjadi kebakaran di sejumlah wilayah secara bersamaan," katanya.

Kejadian di Negeri Gah menunjukkan bahwa ancaman karhutla tidak hanya berpotensi membakar lahan, tetapi juga dapat mengancam fasilitas publik. Karena itu, respons cepat masyarakat dan dukungan armada pemadam dinilai penting untuk mencegah api meluas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....