Bantah Isu di Medsos, Kepsek: Kegiatan Belajar Mengajar SDN 08 Kilmury Lancar
- 31 Agt 2026 17:03 WIB
- Bula
RRI.CO.ID, Bula- SD Negeri 08 Kilmury, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Maluku, memastikan kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah tersebut berjalan normal. Pihak sekolah membantah isu yang beredar di media sosial beberapa hari terakhir terkait proses pembelajaran yang disebut tidak berjalan lancar.
Kepala SDN 08 Kilmury, Hasniwati Bugis, mengatakan dirinya mulai bertugas berdasarkan surat keputusan (SK) tertanggal 4 Mei 2026. Sejak saat itu, kegiatan sekolah tetap berjalan, termasuk pelaksanaan ujian dan berbagai aktivitas siswa.
"SK-nya kan tanggal 4 Mei 2026. Jadi, beta sudah ada di sana, kemudian sudah laksanakan ujian. Kalau untuk saat ini proses kegiatan KBM-nya berjalan dengan lancar," kata Hasniati kepada wartawan, Senin, 31 Agustus 2026.
Hasniwati mengatakan siswa juga telah mengikuti masa pengenalan sekolah. Selain itu, kegiatan kepramukaan telah dilaksanakan.
Pihak sekolah kini juga berencana menambah kegiatan pembelajaran melalui program e-school setiap Sabtu. Program tersebut nantinya meliputi pembelajaran bahasa Inggris dan pengenalan komputer dasar.
Menurut Hasniwati program tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan bagi siswa di wilayah terpencil. "Maksudnya sekalipun katong ada terpencil di kampung, tapi beta pengen katong punya pendidikan itu sama juga dengan di kota-kota kabupaten," ujarnya.
Hasniwati menyebut terdapat sekitar 32 siswa dari Dusun Wolok yang terdiri dari kelas 1 hingga kelas 6. Seluruh siswa tersebut kini mengikuti kegiatan belajar mengajar di sekolah induk di Desa Undur. Dia menegaskan kondisi KBM di sekolah saat ini berjalan seperti biasa. Para guru juga disebut tetap menjalankan tugas masing-masing.
"Keadaan yang diberitakan bahwa proses berjalan tidak lancar itu sebenarnya tidak ada. Semua sudah normal seperti biasa. Semua sudah berjalan dengan lancar," katanya.
"Guru-gurunya semua juga aman-aman di sekolah. Jadi, isu-isu yang di luar itu sebenarnya tidak ada sama sekali," sambung Hasniati.
Terkait kelas filial di Dusun Wolok, Hasniwati memastikan fasilitas tersebut sudah tidak lagi digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.
Dia mengatakan sejak dirinya menerima SK pada 4 Mei 2026, aktivitas pembelajaran di kelas filial tersebut sudah tidak berjalan. Sejak 5 Mei 2026, para siswa disebut telah kembali belajar di sekolah induk.
"Untuk kelas filial itu seng pake lagi. Kelas filial itu sekarang tidak berfungsi lagi, tidak ada aktivitas lagi," jelasnya.
"Memang sejak tanggal 5 Mei itu, tidak ada aktivitas di kelas filial. Tidak ada lagi. Semua sudah sekolah di sekolah induk di Desa Undur," tambahnya.
Hasniwati mengakui jarak dari Dusun Wolok menuju sekolah induk memang cukup jauh. Namun, dia menyebut saat ini akses menuju sekolah induk sudah tersedia.
Salah satu guru SDN 08 Kilmury, Ratna Saramuku, membenarkan bahwa kelas filial di Wolok saat ini sudah tidak digunakan.
"Kelas filial sekarang sudah tidak lagi, katong sudah sekolah kembali di sekolah induk. Tidak tahu berapa lama, seng ingat, tapi untuk sekarang tidak ada kegiatan di kelas filial lagi, semua sudah di sekolah induk," kata Ratna.
Ratna mengatakan guru dan siswa dari Wolok setiap hari menuju sekolah induk. Mereka menggunakan sejumlah pilihan akses, mulai dari berjalan kaki hingga kendaraan.
"Katong setiap hari berjalan ke sekolah induk. Kadang lewat jalan pantai, kadang jalan oto. Ada sebagian orang yang pung motor, kadang kalau ada uang, naik ojek," ujarnya.
Menurut Ratna, perjalanan melalui jalur darat sejauh ini masih dapat dilakukan. Sementara jalur pantai terkadang terkendala kondisi air pasang.
"Kalau lewat jalan oto seng ada kendala kali. Ada kali sih tapi sudah kering. Jalan pantai boleh dapat dua kali, itu saat air pasang," katanya.
Ratna kembali menyebut jumlah siswa dari Dusun Wolok sekitar 32 orang dari kelas 1 hingga kelas 6. Dia memastikan kegiatan belajar mengajar saat ini tetap berjalan seperti biasa.
"Siswa di Dusun Wolok itu kurang lebih dari kelas 1 sampai kelas 6 itu 32 orang. Proses belajar mengajar berjalan seperti biasa," pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....