Bupati Fachri Janji Tuntaskan Masalah Listrik SBT di Momen HUT ke-81 RI
- 17 Agt 2026 16:21 WIB
- Bula
RRI.CO.ID, Bula - Bupati Seram Bagian Timur (SBT), Maluku, Fachri Husni Alkatiri, berkomitmen menuntaskan persoalan pelayanan dasar yang masih dikeluhkan masyarakat. Salah satu yang menjadi perhatian ialah akses listrik di sejumlah desa di Kecamatan Werinama.
Fachri mengatakan akan segera menemui pimpinan PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah (UIW) Maluku dan Maluku Utara untuk memperbarui pembahasan terkait rencana penyelesaian persoalan listrik desa.
"Saya dalam waktu dekat ingin ketemu, karena pimpinan PLN saya baru dapat informasi sudah diganti. Jadi mungkin saya akan ketemu untuk update lagi tentang rencana penyelesaian yang sebenarnya sudah kita bicarakan sebelumnya, bahkan sudah dengan waktu-waktunya," kata
Fachri kepada wartawan di Lapangan Pancasila, Kota Bula, Senin, 17 Agustus 2026.
Fachri mengungkapkan dirinya dijadwalkan bertolak ke Ambon untuk menghadiri peringatan HUT ke-81 Provinsi Maluku pada 19 Agustus 2026. Ia berharap kunjungan tersebut dapat dimanfaatkan untuk berkoordinasi dengan PLN dan pihak terkait mengenai persoalan kelistrikan di SBT.
"Besok insyaallah saya ke Ambon untuk menghadiri ulang tahun Provinsi Maluku tanggal 19 Agustus. Kalau ada kesempatan saya coba atur waktu biar bisa ketemu dalam waktu dekat," ujarnya.
Persoalan listrik desa sebelumnya turut disoroti Fraksi Pembangunan Amanat Demokrasi (PAD) DPRD SBT dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Idrus Wakano. Dalam Rapat Paripurna DPRD SBT pada Jumat, 14 Agustus 2026, Idrus menyampaikan pandangan akhir Fraksi PAD terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Pertanggungjawaban APBD Tahun Anggaran 2025.
"Fraksi PAD mendorong percepatan pemenuhan listrik desa di wilayah SBT. Lebih khusus di Kecamatan Werinama. Yakni Desa Gusalaut dan Desa Tum yang hingga saat ini belum teraliri listriknya," tegas Idrus.
Menurut Idrus, ketiadaan listrik berdampak langsung terhadap berbagai aktivitas masyarakat di kedua desa tersebut. Listrik, kata dia, bukan hanya dibutuhkan untuk penerangan, tetapi juga menjadi penunjang pendidikan, perekonomian, dan pelayanan kesehatan.
Tanpa aliran listrik, aktivitas belajar anak-anak menjadi terhambat. Pelaku UMKM juga mengalami kesulitan untuk mengembangkan usaha, sementara pelayanan kesehatan dasar menjadi terbatas, terutama pada malam hari.
Karena itu, Idrus meminta Pemkab SBT menjadikan elektrifikasi Desa Gusalaut dan Desa Tum sebagai salah satu prioritas, baik dalam sisa tahun anggaran berjalan maupun melalui perencanaan APBD 2027.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....