BNPB Buka Opsi Modifikasi Cuaca, Atasi Kekeringan di SBT
- 14 Agt 2026 07:43 WIB
- Bula
RRI.CO.ID, Bula — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) membuka opsi operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk membantu mengatasi dampak El Nino yang memicu kekeringan, krisis air bersih di Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Maluku.
Plt Direktur Penanganan Darurat Wilayah II BNPB Rizwandi mengatakan, pelaksanaan OMC masih bergantung pada hasil analisis dan rekomendasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
"Saya sudah mendapat perintah juga dan arahan dari Kepala BNPB bahwa memang untuk daerah-daerah yang kering kalau memungkinkan kita melakukan operasi modifikasi cuaca. Tapi itu sangat tergantung dari analisis BMKG," kata Rizwandi saat meninjau wilayah terdampak di Desa Administratif Kampung Wailola, Kecamatan Bula, Kamis, 18 Agustus 2026.
Menurut Rizwandi, OMC menjadi salah satu opsi untuk membantu mengurangi dampak kekeringan, terutama pada sektor pertanian. Namun, langkah tersebut perlu disesuaikan dengan kondisi atmosfer dan potensi hujan berdasarkan kajian BMKG.
Selain OMC, BNPB menyiapkan langkah penanganan lain, termasuk pembangunan sumur bor dalam dan optimalisasi distribusi air bersih ke wilayah terdampak.
"Kita lakukan semacam perbaikan-perbaikan dan menyesuaikan dengan apa yang terjadi. Tentunya BNPB di sini akan membantu pemerintah daerah dan Forkopimda untuk bagaimana kebutuhan air bersih ini dapat segera kita selesaikan," ujar Rizwandi.
Dampak El Nino di SBT tidak hanya berupa kekeringan dan krisis air bersih, tetapi juga meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Rizwandi mengatakan, laporan dari BPBD dan Dinas Pemadam Kebakaran menunjukkan luasan lahan yang terbakar cukup luas. Meski demikian, penanganan masih dapat dilakukan dengan kapasitas pemerintah daerah.
BNPB siap menambah dukungan berupa peralatan dan personel apabila kondisi karhutla membutuhkan penanganan lebih lanjut.
Wakil Bupati SBT M. Miftah Thoha Rumarey Wattimena mengatakan, Pemkab SBT telah menetapkan status tanggap darurat bencana kekeringan dan karhutla.
Menurut dia, keterbatasan kapasitas daerah membuat penanganan bencana membutuhkan dukungan pemerintah pusat.
"Mengingat keterbatasan pemerintah daerah, maka memang untuk hal bencana ini harus kolaborasi," kata Miftah.
Pemkab SBT juga akan menggelar rapat lanjutan untuk membentuk satuan tugas (satgas) penanganan dampak kekeringan dan karhutla. Sementara itu, BNPB akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta kementerian terkait, termasuk Kementerian Pekerjaan Umum dan Kementerian Pertanian, untuk memastikan kebutuhan air dan keberlangsungan aktivitas pertanian tetap terpenuhi.
Rizwandi mengingatkan, kondisi El Nino masih berpotensi memburuk. Berdasarkan perkiraan BMKG, fenomena El Nino kuat disebut belum mencapai puncaknya.
"El Nino kuat ini belum puncaknya menurut perkiraan BMKG. Jadi ini harus dilakukan bersama-sama oleh seluruh kekuatan masyarakat yang ada di Seram Bagian Timur," ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....