Irjen Kementan Tinjau Cetak Sawah di SBT, Soroti Irigasi hingga Jalan Usaha Tani
- 11 Agt 2026 19:22 WIB
- Bula
RRI.CO.ID, Bula— Inspektur Jenderal Kementerian Pertanian (Irjen Kementan) Letjen TNI (Purn) Irham Waroihan meninjau pelaksanaan program cetak sawah di Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Maluku, Selasa, 11 Agustus 2026. Peninjauan dilakukan untuk melihat langsung capaian program sekaligus mengidentifikasi kendala di lapangan.Irham bersama rombongan tiba di Bandara Kufar, Kecamatan Tutuk Tolu, SBT, sekitar pukul 08.40 WIT menggunakan pesawat Casa TNI AD.
Rombongan kemudian melanjutkan kunjungan ke lokasi cetak sawah di Desa Banggoi Pancoran, Kecamatan Bula Barat. Dalam kunjungan tersebut, Irham didampingi Kasdam XV/Pattimura Brigjen TNI Wawan Pujiatmoko, Danrem 151/Binaya Brigjen TNI Rafles Manurung, Asterdam XV/Pattimura Kolonel Inf Aris Prasetyo, serta Kepala Dinas Pertanian Provinsi Maluku Dr Ir Ilham Tauda.
Pemerintah Kabupaten SBT menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah pusat terhadap program swasembada pangan. Dimana SBT mendapat alokasi program cetak sawah seluas sekitar 1.362 hektare. Bupati SBT Fachri Husni Alkatiri mengatakan pelaksanaan program sejauh ini berjalan cukup baik. Namun, musim kemarau dalam beberapa bulan terakhir menjadi tantangan, terutama terkait irigasi dan ketersediaan air untuk lahan pertanian.
"Kami berharap persoalan kendala irigasi ini dapat ditindaklanjuti pemerintah pusat melalui Direktorat Jenderal Kementerian Pertanian dan koordinasi dengan balai di tingkat provinsi," ujar Bupati dalam sambutannya.
Pemkab SBT juga menyebut upaya menjaga produktivitas pertanian tetap dilakukan di tengah musim kemarau. Salah satunya dengan mengoptimalkan sumber-sumber air yang masih tersedia. Sebelumnya, panen raya juga telah dilakukan di Desa Aki Jaya dengan luas lahan sekitar 5 hektare.
Sementara itu, Irham mengatakan kedatangannya ke SBT merupakan bagian dari pengawasan sekaligus peninjauan langsung terhadap capaian program cetak sawah yang menjadi target di daerah tersebut. Menurutnya, sejumlah persoalan yang ditemukan di lapangan perlu segera dikoordinasikan. Kendala tersebut antara lain irigasi, jalan usaha tani, status lahan, serta program listrik masuk sawah.
"Perlu segera dilakukan koordinasi dan sinergi yang baik antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta seluruh pihak terkait agar berbagai kendala tersebut dapat segera ditindaklanjuti," kata Irham. Dia berharap sinergi tersebut dapat mempercepat penyelesaian berbagai persoalan sehingga target program cetak sawah di Kabupaten SBT dapat tercapai secara optimal.
Berdasarkan data yang disampaikan, program cetak sawah tersebar di sembilan desa. Berikut target dan capaian sementara:
•Desa Waisamet, Bula Barat: target 44,516 hektare, sudah dikerjakan 37,61 hektare, pengolahan lahan 22 hektare.
•Desa Aki Jaya, Bula Barat: target 70,827 hektare, sudah dikerjakan 28 hektare.
•Desa Waimatakabu, Bula Barat: target 95,239 hektare, sudah dikerjakan 55 hektare, pengolahan lahan 22 hektare.
•Desa Jakarta Baru, Bula Barat: target 203,527 hektare, sudah dikerjakan 126,9 hektare, pengolahan lahan 32 hektare.
•Desa Waiketan Baru, Bula Barat: target 270,154 hektare, sudah dikerjakan 96,5 hektare.
•Desa Banggoi Pancoran, Bula Barat: target 106,056 hektare, sudah dikerjakan 94 hektare, pengolahan lahan 60 hektare.
•Desa Sumber Agung, Bula Barat: target 377,455 hektare, sudah dikerjakan 121,1 hektare, pengolahan lahan 43 hektare.
•Desa Rukun Jaya, Bula Barat: target 53,465 hektare, sudah dikerjakan 16,5 hektare.
•Desa Waikudal, Werinama: target 141,1 hektare, sudah dikerjakan 35,04 hektare.
Dengan alokasi yang tersebar di sejumlah wilayah tersebut, pemerintah pusat dan daerah diharapkan dapat memperkuat koordinasi, terutama dalam mengatasi persoalan air dan infrastruktur pendukung, sehingga program cetak sawah dapat memberikan hasil maksimal bagi peningkatan produksi pangan di SBT.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....